FOTO: Jro Mangku Dharma Sang Penjaga Gunung Agung

Andry Novelino, CNN Indonesia | Selasa, 03/10/2017 14:08 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Saat warga mengungsi, Jro Mangku Dharma memilih tinggal di zona bahaya. Sebagai pemangku Pura Pasar Agung, ia merasa bertanggung jawab menjaga Gunung Agung.

Namanya Jro Mangku Dharma (75 tahun), ia adalah salah satu Pemangku Pura Pasar Agung, yang terletak di Desa Sebudi di kaki Gunung Agung, Karangasem, Bali. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Saat warga lain mengungsi dari zona bahaya, Jro Mangku lebih memilih bertahan. Ia lebih banyak berdoa di Mendak Tirta Kayangan yang berada di lereng Gunung Agung. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Gunung Agung yang saat ini berstatus awas adalah salah satu tempat yang paling disakralkan umat Hindu di Bali. Sebagai rohaniawan, Jro Mangku mengaku sebagai salah satu penjaga gunung itu. (CNN Indonesia/Andry NovelinoJro M
Jro Mangku berdoa Mendak Tirta. Mata air ini adalah salah satu tempat yang paling dicari pendaki atau masyarakat yang ingin mendapatkan air suci dari Gunung Agung Bali. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jro Mangku di tempat persemayaman dengan posisi terlentang di petilasan seorang dewa. Jro memilih banyak berdoa untuk keselamatan masyarakat Bali di Pura ketimbang mengungsi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jro Mangku Dharma mengaku keturunan Sarangpur Putih atau Hanoman. Ia mendedikasikan dirinya untuk hidup dan mati menjaga kelestarian dan Keindahan Gunung Agung, Bali. CNN Indonesia/Andry Novelino
Pria 75 tahun itu menunjukkan luka bakar yang dialami saat mengambil lima mayat korban di dalam Kawah beberapa waktu lalu akibat hawa panas magma Kawah Gunung Agung. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jro Mangku menunjukkan garis Panabean Dwi Sari. Panabean sama dengan rohaniawan. Jro Mangku saat ini masih bertahan di zona merah bahaya erupsi Gunung Agung meski status awas sudah diberlakukan. CNN Indonesia/Andry Novelino