Pertanyaan itu disampaikan langsung kepada Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono di tengah kegiatan pencanangan aksi pemberantasan obat ilegal di Bumi Perkemahan, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10).
Sebelumnya Ari Dono menjelaskan hal yang dilakukan jajarannya terkait pemberantasan obat ilegal yakni dari mulai penyuluhan di sekolah karena siswa dinilai sebagai sasaran empuk penyebaran obat-obatan terlarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sudah kita lakukan bertahun-tahun. Yang sekarang kejamnya apa?" tanya Jokowi lagi kepada Ari Dono.
Ari Dono Sukmanto. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Namun, hal itu masih belum seperti yang diinginkan Jokowi. Mantan gubernur DKI Jakarta ini kembali menanyakan ketegasan Bareskrim menangani maraknya pengedaran obat terlarang.
"Cukup hanya dipenjara saja? Enggak perlu digebukkin ramai-ramai? Kadang saya jengkel dengan yang gini-gini. Anak kita yang kena. Gimana kalau kita gebukin ramai-ramai?" tanya Jokowi.
Hal itu disambut tawa tamu undangan yang terdiri dari kejaksaan, dokter, Badan Pemeriksa Obat-obatan dan Makanan (BPOM), apoteker, dan perusahaan farmasi.
Menanggapi itu, Ari dengan tegas menyatakan tidak boleh menggebuk pelaku ramai-ramai karena Indonesia negara hukum. Justru, Ari Dono berpesan agar pihak sekolah terutama keluarga dapat betul-betul mengawasi anak-anak.
"Saya tadi sebenarnya menunggu Pak Kabareskrim [bilang] saya injak semua yang berkaitan dengan obat ilegal dan narkotika. Pak Kabareskrim memang orangnya tenang. Tapi seram juga. Hati-hati," ujar Jokowi.
