Jokowi Ceramahi Santri Soal Bahaya Medsos

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Minggu, 08/10/2017 17:05 WIB
Jokowi Ceramahi Santri Soal Bahaya Medsos Presiden Jokowi saat berbicara dalam Seminar Perempuan Berdaya Komunitas Damai di Ponpes Annuqayyah, Sumenep, Jawa Timur, MInggu (8/10). (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta masyarakat, terutama generasi muda, berhati-hati dalam bermedia sosial. Ia tak ingin isu negatif di media sosial membuat kekisruhan di dunia nyata.

“Jangan sampai ada hal-hal kecil justru membesar karena gesekan atau isu yang sering kira baca di media sosial,” kata Jokowi, di depan para kiai dan santri di Ponpes Al-Amien Prenduan, Sumenep, Jawa Timur, Minggu (8/10).


Ia sendiri tak mencontohkan isu negatif yang beredar di dunia maya kemudian merembet di masyarakat. Yang jelas ia menyebut banyak isu yang tidak jelas dan kabar bohong (hoax) di media sosial.


Menurutnya, masyarakat, terutama generasi muda, harus lebih berhati-hati saat mencari dan menemukan informasi di media sosial. Konfirmasi ulang diperlukan untuk mencegah konflik.

“Jangan segera dipercaya. Cari informasi lain karena kalau tidak, akan diadu domba terus oleh orang tidak bertanggung jawab,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi juga menyinggung soal pembicaraanya dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, bebrapa waktu lalu, yang meminta Jokowi berhati-hati dengan keragaman suku, budaya, dan agama. Sebab, Afghanistan yang hanya memiliki tujuh suku pun bisa terpecah belah hingga 40 kelompok karena gesekan kecil.

“Jadi, saya mengajak semuanya bersama jaga persaudaraan kita, Ukhuwah Islamiyah, Wathaniya, dan Basariah,” ucapnya.


Kehadirannya di Sumenep ini terkait dengan gelaran Hari Perdamaian Internasional. Selain para kiai, acara ini juga dihadiri para aktivis perempuan dari The Wahid Institute dan UN Women.

Pada gelaran itu, Presiden Jokowi juga menyatakan soal peran penting kaum perempuan dan ibu-ibu dalam menjaga perdamaian negara.