Polisi Sita Pisau dari Terduga Penyerang Kantor Kemendagri

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 11/10/2017 20:30 WIB
Polisi Sita Pisau dari Terduga Penyerang Kantor Kemendagri Korban penyerangan di Kemendagri tengah dirawat. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Metro Jaya menyita senjata tajam jenis pisau yang didapatkan dari pendukung calon bupati Tolikara yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementrian Agama, kawasan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pisau itu dibawa satu dari 15 orang pendemo yang diamankan polisi.

"Di antaranya tertangkap tangan membawa senjata tajam jenis pisau dan belati. Pembawa sajam atas nama YW," ujar Argi saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Sementara itu, kata Argo, 14 orang lainnya yang berhasil diamankan polisi saat ini masih menjalani pemeriksaan.


"Sedang didata dan diambil sidik jari," ucapnya.

Argo mengatakan, 15 orang pendemo itu tergabung dalam ormas Barisan Merah Putih. Mereka berasal dari Papua dan mendatangi kantor Kemendagri di Medan Merdeka Utara, Jakarta, dalam rangka menyampaikan aspirasi terkait sengketa Pilkada Tolikara. Koordinator aksi bernama Wati Kagoya.

Mereka, kata Argo, merupakan pendukung calon Bupati John Tabo yang bersaing dengan calon Bupati Usman di Kabupaten Tolikara.

Meski demikian, Argo belum dapat menjelaskan lebih lanjut terkait aksi ricuh tersebut. Menurut dia, penyidik masih bekerja dalam mendalami kasus ini.
Versi Kemendagri, penyerangan terjadi beberapa saat jelang pertemuan antara perwakilan massa Barisan Merah Putih dengan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo, dan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono

Pertemuan itu akan membahas sengketa Pilkada Tolikara yang telah diputuskan Mahkamah Konstitusi. Perwakilan tiba-tiba keluar ruangan saat pertemuan akan digelar. Selanjutnya, tanpa alasan yang jelas massa yang menunggu di luar bergerak menyerang kantor Kemendagri.

Serangan massa itu mengakibatkan kerusakan fisik. Kaca dan pot milik Kemendagri pecah dan berceceran. Sebuah mobil juga mengalami kerusakan akibat amuk massa. Sedikitnya dua orang ikut terluka akibat serangan massa.
Usai insiden, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan pengamanan.

Tjahjo mengatakan, peningkatan pengamanan dilakukan karena kantor Kemendagri di Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, terletak di wilayah ring satu yang berdekatan dengan Istana Kepresidenan.

[Gambas:Video CNN]