Kehadiran sejumlah intel di lingkungan Kemendagri diungkapkan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Sumarsono. Menurutnya, usai insiden penyerangan, kantor Kemendagri tidak hanya dijaga polisi berseragam.
"Ini banyak polisi tapi tidak kelihatan. Kita tidak boleh ada kelihatan sekali bahwa kita takut dengan tekanan," kata Sumarsono di kantornya, Kamis (12/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya biro umum sudah melakukan langkah-langkah pengamanan. Koordinasi ada polisi, cuma sistem pengamanan dalam masuknya baik, open kepada siapa pun. Hanya bertamu yang meninggalkan KTP," katanya.
Lihat juga:Kronologi Penyerangan Kantor Kemendagri |
[Gambas:Video CNN]
Akibat penyerangan, beberapa pot bunga dan kaca di Kemendagri pecah. Ada 10 mobil yang juga ikut rusak karena amukan massa. Sementara, korban luka yang timbul akibat kerusuhan tersebut berjumlah 10 orang.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo merasa terganggu harga diri dan kehormatannya atas insiden penyerangan massa ke kantornya pada Rabu (11/10). Ia meminta penegak hukum mengungkap aktor di balik penyerangan tersebut.
"Kasus perusakan kantor dan luka-lukanya staf Kemendagri bagi saya seperti wajah saya tertampar. Apapun, proses hukum harus ditegakkan dan harus dibongkar siapa aktor yang menggerakkan mereka," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis.