Para penyerang mengatasnamakan dirinya sebagai Barisan Merah Putih Tolikara. Mereka adalah pendukung Calon Bupati Tolikara John Tabo-Barnabas Weya di Pilkada 2017.
"Karena Kemendagri ring satu Istana harus diamankan, diperkuat paspam/satpol PP malam hari jaga pagar kantor tanpa senjata. Saya minta jajaran Kemendagri jangan terpancing kekerasan. Mereka massa yang diperintah," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (11/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kerusuhan, beberapa pot bunga dan kaca pecah. Sebuah mobil dinas milik pejabat Kemendagri juga terlihat rusak.
"Saya sampaikan, kalau mau dialog tanya masalah pilkada silahkan besok (hari ini) ke Ditjen Polpum/Otda, bicara baik-baik. Kedua Kelompok yang berbeda sikap terkait keputusan Pilkada sudah sering diterima kedua Dirjen tersebut," ujarnya.
Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu juga berkata tak bisa mengintervensi hasil Pilkada Tolikara.
Dia mengatakan, Kemendagri hanya mematuhi keputusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat final atas sengketa Pilkada di Tolikara. Tindak lanjut putusan MK itu adalah dengan mengeluarkan Surat Keputusan untuk Bupati terpilih atas Pilkada 2017.
Dalam putusannya, MK menolak gugatan calon Bupati dan Wakil Bupati Tolikara, John Tabo-Barnabas Weya.
Pasangan John Tabo-Barnabas Weya menuntut MK mendiskualifikasi suara 18 distrik. Putusan tersebut mengukuhkan kemenangan pasangan Usman G Wanimbo-Dinus Wanimbo di Pilkada Tolikara.
[Gambas:Video CNN]