Pesan Hashim ke Anies: Utamakan Rakyat Bukan Pemerintah Pusat
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Senin, 16 Okt 2017 18:46 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menilai wajar apabila pemerintah pusat berbeda sikap dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengenai reklamasi.
Saat kampanye, Anies dan Sandi berjanji menolak dan akan menghentikan reklamasi di pesisir pantai Jakarta. Sementara itu, pemerintah pusat memutuskan akan melanjutkan reklamasi.
"Itu tantangan. Pemerintah pusat punya haluan dan pemikiran sendiri, belum tentu sesuai dengan program Anies-Sandi," ujar Hashim di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (16/10).
Hashim menegaskan, Anies dan Sandi merupakan pemimpin yang dipilih warga Jakarta sehingga mereka benar-benar harus bisa menyesuaikan diri dan menggenapi janji-janjinya.
"Apakah itu sesuai keinginan pemerintah pusat, itu yang kedua. Harus disesuaikan. Pemerintah pusat harus menyadari rakyat Jakarta punya sikap sendiri," tuturnya.
Sementara itu, Anies lebih memilih diam dan tak menanggapi isu reklamasi usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka tadi.
"Nantilah. Pokoknya lihat janji saja," kata Anies.
Sikap serupa diberikan Sandi. Pengusaha ini malah berkelakar dengan pewarta ketika berulang kali ditanya lebih lanjut mengenai realisasi memberhentikan reklamasi.
"Mau tahu aja apa mau tahu banget?" kelakar Sandi sambil meninggalkan Istana. (djm/djm)
Saat kampanye, Anies dan Sandi berjanji menolak dan akan menghentikan reklamasi di pesisir pantai Jakarta. Sementara itu, pemerintah pusat memutuskan akan melanjutkan reklamasi.
"Itu tantangan. Pemerintah pusat punya haluan dan pemikiran sendiri, belum tentu sesuai dengan program Anies-Sandi," ujar Hashim di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Anies lebih memilih diam dan tak menanggapi isu reklamasi usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka tadi.
"Mau tahu aja apa mau tahu banget?" kelakar Sandi sambil meninggalkan Istana. (djm/djm)