Jokowi Usul Undip Bikin Jurusan 'Meme'

Damar Sinuko, CNN Indonesia | Selasa, 17/10/2017 14:16 WIB
Jokowi Usul Undip Bikin Jurusan 'Meme' Presiden mengusulkan agar perguruan tinggi menyiapkan sejumlah jurusan yang dapat beradaptasi dengan teknologi, di antaranya adalah jurusan meme. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengusulkan agar perguruan tinggi menyiapkan sejumlah jurusan yang dapat beradaptasi dengan teknologi, di antaranya adalah jurusan toko online hingga meme.

Usul Presiden Jokowi ini disampaikan dalam sambutannya pada Upacara Dies Natalis ke-60 Universitas Diponegoro Semarang di Stadion Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang pada Selasa (17/10).

Acara itu dihadiri Rektor Universitas Diponegoro Prof.DR. Yas Johan Utama serta sekitar 8.000 mahasiswa baru Universitas Diponegoro.



Jokowi pun meminta agar usulnya tersebut segera diwujudkan sebelum didahului oleh kampus lain.

"Ada perubahan kenapa tidak menyiapkan Fakultas Digital Ekonomi, sebelum universitas lain memiliki. Jurusannya bisa saja Toko Online, jurusannya bisa saja Aplikasi Sistem, jurusannya bisa saja Financial Technology, jurusannya bisa saja Meme,” kata Jokowi, sehingga menyebabkan penonton tertawa dan bertepuk tangan.

Meme sendiri secara umum adalah kumpulan teks, video atau gambar yang disebarkan melalui Internet dan mengandung pesan tertentu. Sejumlah meme biasanya bersifat humor hingga sindiran.


Masih terkait perkembangan teknologi, Presiden mengingatkan perguruan tinggi harus melakukan langkah antisipasi dan memotori perubahan terkait dengan sifat destruktif.

"Muncul inovasi destruktif di hampir seluruh aspek kehidupan ini, hampir seluruhnya berubah juga interaksi sosial. Lewat Facebook, Instagram, Twitter dan Whatsapp. Oleh sebab itu Perguruan Tinggi harus mengantisipasi,” katanya.

Terkait dengan persoalan media sosial, kasus pidana kerap muncul. Kepolisian juga sudah menangani sejumlah kasus yang terkait dengan hoaks hingga ujaran kebencian.

Kasus yang ditangani Polri antara lain adalah Grup Saracen, yang diduga menyebarkan hoaks. Kasus lainnya juga menjerat Buni Yani terkait dengan penyebaran ujaran kebencian. (asa)