Seorang Pria Malaysia Diamankan Terkait Tas Mencurigakan

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 18/10/2017 12:33 WIB
Seorang Pria Malaysia Diamankan Terkait Tas Mencurigakan Polisi menjaga dari jarak cukup jauh dari pos lokasi ditemukannya dua tas mencurigakan di pos depan pintu masuk pejalan kaki Gedung Polda Metro Jaya yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi mengamankan seorang pria yang diduga berasal dari Malaysia dalam kaitannya dengan penemuan tas mencurigakan di pos polisi Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/10).

Sebelumnya di pos polisi yang dekat gerbang pejalan kaki masuk Mapolda Metro Jaya itu, ditemukan dua tas mencurigakan. Setelah selesai diperiksa, isi dua tas tersebut ternyata berisi pakaian. Saat ini kedua tas tersebut telah dibawa ke Resmob Polda Metro Jaya.

Adapun pria Malaysia yang diamankan diduga sebagai pemilik dua tas tersebut. Pria yang saat diamankan mengenakan topi dan kaos berwarna biru tua, dan bercelana pendek itu turut dibawa ke dalam Resmob Polda Metro Jaya.


Wakil Kepala Detasemen Gegana Polda Metro Jaya Kompol Sulistyo mengatakan pria tersebut sudah enam hari berada di Jakarta.

"Dari Malaysia, sudah enam hari di sini. Katanya dia nitipin saja," ujar Sulistyo.

Sulistyo mengatakan, pemuda itu tidak begitu paham dengan Bahasa Indonesia.

Pria itu diamankan di bawah jembatan penyebarangan Mapolda Metro Jaya-Plaza Semanggi. Di tengah kerumunan orang banyak, polisi merangkulnya untuk kemudian dibawa ke dalam Mapolda Metro Jaya.

Hingga berita ini dimuat, polisi belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pria warga negara Malaysia itu diketahui bernama Mohd Hairulanuar Bin Sulaiman.

"Itu saksi, sedang kami dalami," ujarnya di Mapolda Metro Jaya.

Kedua tas itu ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB. Argo mengatakan, karena tidak mengetahui kepemilikan tas itu petugas piket menghubungi kepala operasi Polda Metro Jaya.

Kemudian, Argo mengatakan, Karoop menghubungi penjinak bom yang tergabung dalam Tim Gegana Polda Metro Jaya.

"Jadi dua tas itu ditemukan di pos kemudian anggota piket baru melihat dan mencurigai tas tersebut. Petugas piket menghubungi karoop lalu menghubungi Jibom (penjinak bom) untuk melihat apakah isi di dalamnya," ucapnya.

Dua tas mencurigakan itu memiliki warna berbeda dan ditempatkan pada dua lokasi terpisah. Tas yang berwarna hitam diletakkan bersandar ke tembok pos yang ditempeli keramik putih, sementara tas berwarna biru tua tergeletak di lantai pos.

Selain sejumlah baju, setelah dibongkar anggota Gegana, dari dua tas itu pun ditemukan peralatan salat, kunci, jam tangan, korek api, headset, sebungkus rokok, gelang, dan beberapa cincin.

Salah seorang pedagang minuman yang saban hari mencari nafkah di dekat titik lokasi mengaku pos polisi itu cenderung sepi dan tak dijaga petugas.

Saat ini, situasi di tempat kejadian perkara kembali normal. Pejalan kaki sudah kembali berlalu lalang, namun penjagaan masih dilakukan pihak kepolisian.