Hal tersebut diutarakan Prabowo saat menjadi pembicara di Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP), Jakarta, Sabtu (21/10)
"Kalau sistem pemerintahan lemah, tidak efisien," ujar Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:'Cuma Prabowo Lawan Tangguh Jokowi di 2019' |
Mantan kandidat dalam pilpres 2014 itu pun menegaskan saat ini kondisi di Indonesia adalah pembangunan tidak menetes hingga rakyat kecil. Hal tersebut salah satunya terjadi akibat korupsi.
"Terjadi instabilitas, juga tambah kesenjangan antara kaya dan miskin. Di republik kita hanya dikuasai oleh 1 persen paling atas," kata Prabowo.
Hal-hal itu, sambung Prabowo, akan menyulitkan untuk mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang sejahtera.
Prabowo pun menyinggung perihal persaingan bangsa Indonesia di tingkat global. Ia mengatakan pemerintah pun harus menjamin keamanan bagi rakyat Indonesia di tengah persaingan antarnegara di dunia.
"Kondisi bangsa harus kita akui, kita lemah," kata Prabowo yang lalu menyinggung pula soal tingkat pendidikan dan gizi anak-anak di Indonesia.