Tongkat Pendiri NU dan Pataka Majapahit di Tengah Hari Santri

Rizki Saputra , CNN Indonesia | Minggu, 22/10/2017 13:01 WIB
Tongkat Pendiri NU dan Pataka Majapahit di Tengah Hari Santri Tongkat pendiri NU Hasyim Asy'ari dan pataka Majapahit jadi simbol kebesaran nusantara dan NU yang diwariskan kepada para leluhur agar perjuangan bisa diteruskan oleh generasi santri berikutnya. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apel Akbar Hari Santri Nasional yang digelar di Tugu Proklamasi Jakarta telah ditutup pada Minggu (22/10) siang. Dua benda bersejarah diserahkan kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj.

Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia Nahdatul Ulama (Lesbumi NU) menyerahkan tongkat milik pendiri NU KH Hasyim Asy'ari dan pataka dari Kerjaan Majapahit.

Said menyebut dua benda bersejarah itu sebagai simbol kebesaran nusantara dan NU. Dia berharap semangat perjuangan yang diwariskan kepada para leluhur bisa diteruskan generasi berikutnya.

"Bertepatan dengan Hari Santri ini saya diserahkan dua benda bersejarah ini sebagai simbol kebesaran nusantara dan semangat untuk NU ke depannya," ujar Said.

Penyerahan dua benda bersejarah itu merupakan salah satu rangkaian penutup dalam kegiatan Apel Hari Santri Nasional. Rencananya, benda pusaka tersebut akan disimpan di kantor PBNU, Jalan Keramat Raya, Jakarta Pusat.

"Semoga benda ini membawa berkah dan jimat bagi nusantara, akan kita taruh di kantor PBNU, Insyaallah pasti mendapat berkah," ujarnya.
Penutupan Apel Hari Santri ini juga dimeriahkan dengan acara karnaval budaya. Berdasarkan pengamatan CNNIndonesia.com, para peserta karnaval membawa berbagai atribut dan bendera berlambang NU dan Sang Saka Merah Putih.

Tongkat Pendiri NU dan Pataka Majapahit di Hari SantriApel Hari Santri Nasional ditutup dengan acara karnaval budaya di Tugu Proklamasi, Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Karnaval ini turut menampilkan kelompok marching band, pertunjukan reog, kelompok musik rebana, dan arak-arakan kereta kencana peninggalan Kiai Hasyim Asy'ari.

Peserta karnaval berasal dari berbagai pondok pesantren dan sekolah. Identitas mereka terlihat dari spanduk yang dibawa di setiap rombongan.
Hari Santri Nasional ditetapkan pada 22 Oktober 2015 melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan Hari Santri ini merupakan salah satu janji Jokowi saat kampanye Pemilihan Presiden 2014.

Apel hari ini dihadiri sejumlah pimpinan berbagai lembaga tinggi negara seperti Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, Ketua PBNU Said Aqil Siradj, serta Wakil Rais Aam PBNU Miftahul Akhyar.

[Gambas:Video CNN]
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Jihad Santri Milenial


BACA JUGA