Petugas Ungkap Kengerian Proses Evakuasi Korban Kebakaran

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Jumat, 27/10/2017 08:35 WIB
Petugas Ungkap Kengerian Proses Evakuasi Korban Kebakaran Pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, Kamis (26/10), dengan sisi tembok yang dijebol untuk menyelamatkan korban. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamis (26/10) pagi, 100 anggota Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polri dari Kalimantan Barat sedang melakukan apel pagi dalam rangka kegiatan Sumpah Pemuda di Kosambi, Tangerang. Lokasi aktivitas satuan ini berada di seberang gudang kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses.

Saat bubar apel, ada rasa heran yang menyelimuti mereka. Noviyanto, salah satu personel Brimob mengatakan, pagi itu dia melihat seorang bapak yang berlari bersama seorang anak.

Tak lama kemudian, ia mendengar suara ledakan sebanyak dua kali. Ledakan pertama bersuara kecil. Ledakan selanjutnya terdengar lebih besar. Seorang ibu lantas terlihat berlari dengan luka bakar.


"Awalnya saya pikir ada serangan dari mana ini sampai (terjadi) begitu," kata Noviyanto, di lokasi kejadian, di Tangerang, Kamis (26/10).


Sigap dengan situasi, anggota Brimob meluncur ke titik dimana warga dengan luka bakar itu mulai berlari. "Saat melihat dari arah mereka berlari, kami melihat ada kebakaran di bangunan itu," imbuhnya, sambil menunjuk ke arah pabrik kembang api.

Noviyanto dan rekan-rekan Brimob mengaku tidak mengetahui perihal pabrik tersebut. Ia hanya mencium bau menyengat seperti belerang saat ledakan terjadi.

Saat tiba di lokasi, Noviyanto melihat banyak orang yang berusaha memanjat pagar tembok gudang. Saat itu, pihaknya mendapati bahwa pintu gerbang yang terbuat dari besi, dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi sekitar 2 meter itu, dalam keadaan terkunci.

Noviyanto bersama 99 Brimob rekannya akhirnya memutuskan untuk membobol tembok yang berada di sisi kanan pabrik. Dengan menggunakan alat seadanya, dengan membagi personel ke dalam beberapa kelompok untuk berusaha membobol empat bagian tembok gudang, pada pukul 09.20 WIB.


"Pas kami bobol tembok, ada perempuan yang sedang di dalam bak mandi, mungkin dia menyelamatkan diri," lanjut Noviyanto. "Banyak yang akhirnya berusaha keluar dari tembok yang sudah dijebol itu," tambahnya.

Berdasarkan kesaksian Noviyanto, korban tewas kebanyakan berada di sudut paling dalam pabrik tersebut. Jenazah dalam keadaan bertumpuk. Tembok di bagian itu tidak sempat dibobol karena waktunya tidak cukup. Sudut paling dalam itu diketahui merupakan lokasi perkantoran dan tempat pegawai paling banyak melakukan aktivitas.
Petugas Ungkap Detik-detik Awal Kebakaran Pabrik Kembang ApiKebakaran pabrik kembang api di Kosambi menewaskan 47 orang dan melukai puluhan lainnya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Setelah upaya membobol tembok itu, pihak kepolisian setempat dan pemadam kebakaran datang membantu menyelematkan korban yang masih terjebak dalam kobaran api.

Menurut warga, M Kasim (56), berdasarkan pantauannya selama dua bulan gudang itu selalu tertutup layaknya tidak ada kegiatan apa-apa. Pintu gerbang pun dalam kondisi tertutup.

Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB. Namun hingga pukul 17.00 WIB sejumlah titik dengan asap masih terdapat di lokasi tersebut.


Bau belerang pun masih menyengat hingga pukul 20.30 WIB. Listrik telah dipadamkan. Petugas kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi meskipun proses evakuasi dihentikan sementara.

Proses evakuasi akan dilanjutkan Jumat (27/10) pagi. Sejauh ini polisi telah membawa 47 kantong jenazah dari lokasi. Sementara itu puluhan korban luka dibawa ke rumah sakit terdekat. Temuan korban jiwa diperkirakan dapat bertambah.