Gerindra Sebut Pertemuan AHY dan Prabowo Tak Bahas Pilpres

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Rabu, 01/11/2017 14:27 WIB
Gerindra Sebut Pertemuan AHY dan Prabowo Tak Bahas Pilpres Prabowo tidak memberi wejangan khusus kepada Agus Harimurti Yudhoyono, namun hanya memberi ruang dialog politik. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertemuan antara Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Selasa (31/10) malam, tidak membicarakan seputar Pemilihan Presiden 2019.

"Enggaklah, belum sampai sana," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/11).

Fadli mengatakan, pertemuan antara AHY dengan Prabowo merupakan komunikasi dan dialog politik biasa yang membicarakan hal-hal normatif.



Prabowo pun, kata dia, tidak memberi wejangan khusus kepada AHY dan hanya memberi ruang dialog politik.

"Walaupun terjadi persilangan argumentasi tapi saya kira baik-baik saja untuk membuka satu ruang dialog, komunikasi dengan tokoh-tokoh politik yang ada," katanya.

Lebih lanjut Fadli menilai, langkah AHY menemui Prabowo bukan sebuah gerilya atau geliat politik dari putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Sebab, dalam pertemuan itu AHY tidak membawa institusi partai politik.

"Saya kira baik-baik saja. Kami juga melakukan hal yang sama. Pak Prabowo juga datang dengan tokoh-tokoh yang lain atau tokoh-tokoh lain juga datang ke Pak Prabowo. Bukan hal baru," ujarnya.


Fadli enggan mengomentari potensi AHY yang disebut-sebut sedang diorbitkan di dunia politik untuk persiapan pemilu 2019. Penilaian itu menurutnya masih terlalu dini.

Meski demikian, Fadli berpendapat tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Dia memastikan partainya konsisten mengusung Prabowo untuk kembali maju di 2019.

"Kami jelas konsentrasinya adalah menjadikan Pak Prabowo sebagai capres dan tentu presiden terpilih 2019," ujarnya.

Gerindra Sebut Pertemuan AHY dan Prabowo Tak Bahas PilpresAgus Harimurti Yudhoyono juga telah menemui Presiden Jokowi di Istana Negara. (CNN Indonesia/Christie Stefani)
Menurut Fadli, AHY bukan saingan Prabowo. Meski berlatar belakang militer, Prabowo disebut memiliki keunggulan di berbagai aspek dibandingkan AHY.

"Modal politik, modal sosialnya sudah berbeda saya rasa. Kalau Pak Prabowo saya kira sudah cukup panjang dari political capital, social capital dsb. Saya kira pemimpin itu tidak bisa dikarbit. Pasti harus melalui sebuah proses, tantangan, ujian," ujarnya.

Sebelumnya, AHY menyambangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor IV, Jakarta Selatan. Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik usai pertemuan.

"AHY bersilaturahmi dengan Pak Prabowo setelah berturut-turut menemui Pak Jokowi, Pak Anies, Pak Ahok dan Pak JK," ujar Rachland dalam keterangannya, Selasa (31/10).


Dalam pertemuan itu, kata Rachland, banyak hal dibahas AHY dan Prabowo. Perbincangan mencakup persoalan geopolitik internasional dan keterkaitannya dengan Indonesia.

Kedua tokoh tersebut juga berbicara soal perlunya para pemimpin mengesampingkan kepentingan politik saat menghadapi hal-hal menyangkut kepentingan bersama.