Pengacara Curiga Ada Dalang Penyebaran Meme Setya Novanto

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 02/11/2017 08:32 WIB
Pengacara Curiga Ada Dalang Penyebaran Meme Setya Novanto Kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi mencurigai ada aktor intelektual di balik penyebaran meme kliennya di media sosial. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Fredrich Yunadi, kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto, menduga ada aktor intelektual di balik maraknya gambar meme yang beredar di media sosial. Tak cuma operator penggerak, Frederich juga mencurigai ada yang mendanai penyebaran meme Novanto di media sosial.

"Kami mencurigai ada pihak-pihak tertentu yang menyuruh atau mendanai," kata Fredrich di Kantor Bareskrim, Jakarta, Rabu (1/11).

Fredrich menghitung setidaknya ada 60 gambar meme di media sosial dengan wajah Novanto yang dijadikan bahan olokan.



Dia meminta masyarakat agar tidak membenci dan menyebarkan fitnah terhadap Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Fredrich lebih jauh menambahkan, masyarakat perlu mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam proses hukum yang sempat mendera Novanto. Untuk itu masyarakat tak perlu membenci atau memusuhi Novanto.

"Klien kami Pak Setya Novanto adalah seorang Ketua DPR dan masih aktif meskipun kena masalah hukum. Kan tidak berarti dia salah," ucapnya.


"Posisi Pak Setya Novanto sebagai Ketua DPR itu selevel dengan presiden, sehingga kami harapkan tidak terjadi penghakiman yang tidak benar," katanya.

Fredrich juga melihat, ekses penyebaran meme Novanto di media sosial juga sangat luas. Meme Novanto dengan olok-olokan bisa membentuk suatu opini di masyarakat,

"Orang yang tidak tahu apa-apa akan ikut membenci," katanya.

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap pelaku pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Setya Novanto melalui medsos Instagram, yakni Dyann Kemala Arrizzqi (29). Dyann kemudian langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.


Pada 7 Oktober 2017, Dyann mengutip postingan akun media sosial lain yang berisi penghinaan terhadap Novanto dan mempostingnya kembali di akun miliknya, @dazzlingdyann.

Atas perbuatannya, Dyann dijerat dengan Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.