TNI Dilibatkan untuk Tangani Kelompok Bersenjata di Papua

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Jumat, 03/11/2017 08:40 WIB
TNI Dilibatkan untuk Tangani Kelompok Bersenjata di Papua Tim gabungan TNI-Polri akan dibentuk untuk menggelar operasi penangkapan kelompok bersenjata di Papua, mirip Satgas Operasi Tinombala di Poso. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit mengatakan, tim gabungan antara TNI dan Polri akan dibentuk untuk menangkap kelompok bersenjata di Papua.

Tim gabungan tersebut, kata Supit, akan mirip dengan Satgas Operasi Tinombala di Poso yang bertugas untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap kelompok Santoso.

"Kami akan sama-sama dengan kepolisian. Sama pola operasinya nanti mungkin seperti di Sulawesi Tengah, di Poso, akan seperti itu," kata Supit di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis (2/11).


Supit menyebut kerja sama dengan pihak kepolisian tersebut diperlukan lantaran beberapa peristiwa penembakan terjadi di kawasan Freeport, Tembagapura.


Menurutnya, saat ini pengamanan di wilayah Freeport menjadi kewenangan pihak kepolisian, sehingga diperlukan kerjasama antara TNI dan kepolisian untuk menangani kelompok bersenjata tersebut.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar juga menyampaikan, pihaknya telah meminta bantuan TNI untuk mengatasi kelompok bersenjata di Papua.

"Kami sudah meminta bantuan, dan TNI juga telah menyiapkan pasukan yang dibutuhkan, dan nanti bekerja sama dengan kepolisian," ucap Boy.


Dia menjelaskan, nantinya kerja sama itu untuk mengantisipasi berbagai tindakan yang dilakukan kelompok bersenjata tersebut agar tidak semakin meluas. Menurut Boy, saat ini aktivitas kelompok bersenjata berada di kawasan Tembagapura dan Timika.

"Kami sekarang lebih menitikberatkan bagaimana intensitas gangguan keamanan kelompok bersenjata ini bisa kita atasi secara efektif," tutur Boy.

TNI akan Dilibatkan Tangkap Kelompok Bersenjata di PapuaPenembakan oleh OTK terhadap kendaraan patroli zona di area mile 60.5 PT Freeport Indonesia dari Timika menuju Tembagapura. (Dok. Humas Polda Papua)
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan, pasukan TNI telah bersiaga penuh jika kepolisian meminta bantuan untuk melakukan pengamanan. Tak hanya di Tembagapura saja, namun di manapun wilayahnya, Gatot menyatakan prajuritnya sudah siap.

"TNI sudah bersiaga diminta berapapun, kami siapkan. Di Timika sudah dipersiapkan di sana, berapapun dan di manapun yang diminta siap," ujar Gatot.

Pada Minggu (29/10) lalu, telah terjadi penembakan di Pos Brimob di area MP66 PT Freeport Indonesia, Tembagapura, Timika, Papua sekitar pukul 10.35 WIT.


"Anggota ditembak dari arah ketinggian sebelah kiri apabila dari mile 68," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi AM. Kamal.

Kamal mengatakan, anggota Brimob sempat membalas tembakan beberapa kali. "Kemudian tembakan anggota tersebut dibalas dengan tembakan sebanyak lima kali," katanya.