Anies Segera Tutup Diamond Karaoke karena Dua Kasus Narkoba

Mesha Mediani , CNN Indonesia | Selasa, 14/11/2017 11:34 WIB
Anies Segera Tutup Diamond Karaoke karena Dua Kasus Narkoba Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku akan menutup Diamond Club and Karaoke karena terbukti menjadi tempat penyelahgunaan narkoba. (Foto: CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa Diamond Club and Karaoke, Taman Sari, Jakarta Barat, segera ditutup lantaran pernah terbukti ada penggunaan narkoba.

Ia mengaku sudah membahasnya dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Yani Wahyu, Senin (13/11). Dalam pembicaraan itu, kedua pihak sepakat untuk menegakan aturan dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 6 tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

"Lalu beliau (Yani) tanyakan, bagaimana langkah ke depan? Bagaimana kita jalankan Perda Nomor 6 itu? Kita ingin agar serius dalam cegah narkoba. Tidak ada tutup buka, tutup buka," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/11).


Dalam Perda Kepariwisataan Pasal 99 berisi ketentuan soal pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) bagi perusahan hiburan malam yang terbukti melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan, dan pemakaian narkoba dan/atau zat adiktif.

Anies melanjutkan, tidak ada toleransi terhadap tempat-tempat, termasuk kawasan hiburan malam, yang ditemukan pengedaran dan penggunaan narkoba di sana.

"Begitu di situ ditemukan narkoba, maka tempat itu tidak bisa beroperasi. Dan saya ingin garis bawahi, kita bukan sekadar cari keterlibatan dan lain-lain," cetus dia.

Pemprov DKI Jakarta, katanya, tetap membutuhkan kerja sama dengan semua pihak, termasuk warga, dalam hal pengawasan terhadap tempat hiburan dan narkoba.

"Jangan biarkan lokasi itu jadi tempat peredaran narkoba," kata Anies.


Terlebih, ada peningkatan jumlah kasus narkoba yang melibatkan anak hingga 300 persen dalam tiga tahun terakhir. Hal itu berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Rinciannya, dari 12.929 kasus pada 2014, menjadi 17.300 kasus pada 2016. Peningkatan terbesar terjadi di lulusan universitas. Naiknya lebih dari 400 persen.

"Kita tidak akan kompromi karena ini anak-anak kita dan masa depan kita," ujar Anies.

Saat ini, Diamond Karaoke masih disegel Satpol PP. Penyegelan itu terkait temuan kasus narkoba yang melibatkan politikus Partai Golkar Indra J. Piliang bersama dua rekannya, Romi Fernando dan M Ismail Jamani, pada September 2017. Dari hasil tes urine, ketiganya positif menggunakan sabu.

Kejadian itu merupakan kedua kalinya ditemukan penyalahgunaan narkotik di Diamond Karaoke setelah pertama kali terjadi pada April 2017 silam. Ketika itu, petugas Badan Narkotika Nasional (BNNP) DKI Jakarta menemukan alat penghisap sabu di meja resepsionis. Sebanyak 16 orang dinyatakan positif mengonsumsi sabu.

(arh)