Djohan Effendi, Sahabat Kental Gus Dur Meninggal Dunia

Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia | Jumat, 17/11/2017 23:00 WIB
Djohan Effendi, Sahabat Kental Gus Dur Meninggal Dunia Ilustrasi dukacita. (REUTERS/Michael Dalder)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Sekretaris Negara di era mendiang Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Djohan Effendi meninggal dunia di Geelong, Australia, 17 November 2017 waktu setempat. Djohan dikenal sebagai intelektual dan salah satu sahabat dekat Gus Dur.

Kabar meninggalnya Djohan tersebar di lini massa Twitter. Sejumlah tokoh mengucapkan bela sungkawa kepada Djohan yang saat meninggal genap berusia 78 tahun.

Aktivis Ulil Abshar-Abdalla di akun pribadinya @ulil menyebut Djohan sebagai tokoh penting dalam dialog antar agama di Indonesia.


"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Berduka begitu mendalam atas wafatnya Djohan Effendi, salah satu ikon penting gerakan dialog antar-agama/iman di Indonesia setelah Gus Dur. Dialah, bersama almarhum Ismed Natsir, yang memungkinkan terbitnya catatan harian legendaris Ahmad Wahib," kicau Ulil sore tadi.

Djohan salah satu tokoh yang kerap menyebarkan gagasan tentang toleransi beragama. Dia mendirikan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), sebuah organisasi berbadan hukum yayasan yang bergerak di bidang dialog antar agama dan iman. 

Mantan juru bicara Gus Dur, Adhie Massardi menyebut Djohan selain sebagai sahabat dekat Gus Dur juga sosok yang memperjuangkan pluralisme.

Djohan termasuk salah satu intelektual yang cukup produktif menulis karya. Beberapa karyanya antara lain Pesan-Pesan Al-Quran yang diterbitkan Serambi, dan Pembaruan Tanpa Membongkar Tradisi.

Selain itu, Djohan juga menyunting buku Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib, yang menjadi rujukan penting aktivis dan intelektual muslim di Indonesia.


(wis/asa)


BACA JUGA