"Dalam kondisi cuaca di Kota Jakarta saat ini sering terjadi cuaca yang cukup ekstrem disertai hujan dengan angin kencang, Pemprov DKI harus mengantisipasi kemungkinan bencana melalui kegiatan apel siaga," ujarnya saat memimpin apel siaga di lapangan silang Monas, Jakarta, Sabtu (18/11).
Anies mengatakan, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam mengantisipasi bencana, yaitu siap, tanggap, dan galang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BPBD Klaim Tinggi Air di Jakarta Masih Aman |
Tak hanya itu, Anies juga meminta Pemprov untuk memperhatikan kata kunci ketiga, yaitu galang. Anies mengatakan, aparatur harus terbuka mengajak dan menggalang partisipasi semua pihak, seperti warga dan lembaga kemasyarakatan, termasuk TNI-Polri.
Dia juga memerintahkan laporan siaga bencana ini harus bersifat real-time. Komunikasi juga harus aktif mnggunakan SMS Blast dan alat Disaster Warning System.
Merujuk pada proyeksi Studi Meterologi ITB dengan model Smart Climate Model, Anies mengatakan bahwa curah hujan diprediksi mulai tinggi pada sepuluh hari kedua di bulan November, dan puncaknya terjadi pada sepuluh hari kedua Januari 2018. (has)