Tersangkut Palang di Jatinegara, Bus TransJakarta Dievakuasi

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Rabu, 22/11/2017 09:08 WIB
Tersangkut Palang di Jatinegara, Bus TransJakarta Dievakuasi Ilustrasi. (CNN Indonesia/Denny Aprianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas TransJakarta dan kepolisian lalu lintas mengevakuasi bus TransJakarta yang tersangkut di terowongan Kereta Api Matraman Jatinegara, Jakarta Timur.

Bus TransJakarta itu tersangkut palang besi pembatas di jalur tersebut. Kondisi lalu lintas sempat mengalami kemacetan panjang dari arah Jatinegara menuju Matraman.

"Benar, ada bus tersangkut. Saat ini sudah dievakuasi. Kejadian sekitar pukul 06.30 WIB," kata petugas TMC Polda Metro Jaya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (22/11).


TMC Polda Metro Jaya mengunggah foto kejadian bus TransJakarta tersangkut di pembatas ketinggian melalui akun Twitter resminya. Bagian atap bus mengalami kerusakan. Kondisi lalu lintas saat ini masih tersendat.



Juru Bicara TransJakarta, Wibowo mengatakan bus tersebut terjebak lantaran melalui kolong jembatan yang ketinggiannya tak sepadan dengan tinggi bus TransJakarta yang kebetulan melayani rute Kampung Rambutan-Ancol.

“Iya, tadi pagi (Bus) tersangkut di kolong jembatan,” kata Wibowo saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (22/11).

Bus tersebut diketahui memasuki jalanan umum yang semestinya tidak diperbolehkan untuk dilewati oleh kendaraan berketinggian lebih dari tiga meter. Namun, kata Wibowo, bus tersebut saat ini sudah berhasil dievakuasi dan lalu lintas di kawasan tersebut pun sudah kembali lancar.

“Iya memang (sedang melintas) tapi sudah dievakuasi sejak satu jam lalu, nanti supir bus akan kami mintai keterangan,” kata Wibowo.

Wibowo pun memastikan tak ada korban jiwa dalam tragedi tersangkutnya atap bus TransJakarta tersebut. Hanya saja, terdapat kerusakan di beberapa bagian bus. Bus juga, kata Wibowo diketahui tidak membawa penumpang, karena bus sedang menuju ke tempat pemberangkatan.

“Itu bus yang mau berangkat, tidak ada penumpang, cuma busnya saja yang lecet,” kata dia.



(ugo/gil)