Sandiaga: Air Mancur Rp620 Juta untuk Menambah Kesejukan DPRD

Tiara Sutari & Mesha Mediani, CNN Indonesia | Rabu, 22/11/2017 10:45 WIB
Sandiaga: Air Mancur Rp620 Juta untuk Menambah Kesejukan DPRD Sandiaga Uno berpendapat, air mancur di DPRD DKI akan menambah kesejukan di lingkungan DPRD. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno tidak mempermasalahkan anggaran Rp620 juta untuk merehabilitasi kolam air mancur di depan Gedung DPRD DKI Jakarta. Besaran anggaran air pembangunan air mancur itu telah dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018.

Menurut Sandi, DPRD membutuhkan air mancur tersebut untuk menambah kesejukan di lingkungan kerja mereka. Mengingat di depan Balai Kota, kata dia, juga sudah terpasang air mancur sejak lama.

"Bisa juga air mancur untuk menambah kesejukan, air kan lambang kehidupan, jadi kalau air mancurnya mancur, kehidupan juga terpancur," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (22/11).


Sandi menuturkan, alokasi anggaran kolam air mancur tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan persatuan antara eksekutif dan legislatif, yakni Pemerintah Provinsi DKI sebagai eksekutif dan pihak DPRD sebagai legislatif.

"Ini sebagai bentuk mungkin bisa menambah kesejukan di teman-teman DPRD dan meningkatkan persatuan, ini baru nyambung kan antara eksekutif dan legislatif , alhamdulillah jadi sejuk," kata Sandi.
Sandiaga: Air Mancur Rp620 Juta untuk Menambah Kesejukan DPRDJurus bangau Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/ M Andika Putra)

Meskipun tak mempermasalahkan besaran angka tersebut, Sandi akan memastikan anggaran itu digunakan sehemat mungkin.

Dikatakan Sandi jumlah Rp620 juta itu masih merupakan anggaran sementara. Prakteknya, kata dia, masih bisa dicari solusi hemat pada pelaksanaan pembangunannya.

"Ya nanti harus pastinya dicari yang sehemat mungkin, itu kan budget," kata dia.


Rehabilitasi Kolam Air Mancur Gedung DPRD dianggarkan sekitar Rp620 juta pada RAPBD 2018. 

Berdasarkan situs apbd.jakarta.go.id, rincian anggaran itu antara lain untuk belanja bibit tanaman, belanja pemeliharaan dan pengadaan mesin pompa air, pemasangan batu andesit, hingga pengadaan konstruksi reservoir atau sumur resapan.

Angka yang fantastis untuk perbaikan kolam itu pun dinilai wajar oleh Sekretaris Dewan DPRD DKI Jakarta Muhammad Yuliadi.

"Ada kok rinciannya. Enggak asal bikin angka," ujar Yuliadi ketika dihubungi, Selasa (21/11).

Ia menyebut perhitungan angka sudah dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman DKI.

Adapun kondisi air mancur yang ada saat ini sebenarnya tidak bermasalah.

Yuliadi mengakui, bahwa anggaran tersebut untuk memperindah estetika Gedung DPRD DKI yang berada di Jalan Kebon Sirih, Jakarta.

"Orang kan kalau sudah tua, harus dipercantik. Ini untuk mempercantik tampilan kantor saja," kata Yuliadi.

Yuliadi pun menyebut rehabilitasi kolam kantornya tersebut berguna untuk melepaskan penat siapapun yang melihatnya, khususnya pekerja di kawasan DPRD.

"Biar tidak stres saja. Kita lihat-lihat kolam kan senang. Kalau mau nyebur, boleh," katanya, "Yang di kantor dan masyarakat juga senang. Tamu-tamu daerah. Sambil nunggu kita lihat kolam."

Yuliadi menambahkan, sesungguhnya anggaran rehabilitasi kolam air mancur pernah diajukan pada APBD tahun lalu sebesar Rp579 juta. Namun, anggaran tersebut tidak disetujui Kementerian Dalam Negeri, sehingga anggaran dicoret karena dinilai tidak sesuai Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2017.

"Makanya, kami usulin sekarang tahun 2018. Tahun 2017 kita usulin tapi ditolak karena enggak sesuai RKPD. Makanya kita lebih awal, kita usulin," kata Yuliadi.

(ugo/gil)