Anggota Komisi I Minta Jokowi Usulkan Calon Panglima November

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 23/11/2017 19:43 WIB
Anggota Komisi I Minta Jokowi Usulkan Calon Panglima November Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin meminta Presiden Joko Widodo mengajukan calon Panglima TNI bulan ini. (Detikcom/Lamhot Aritonang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin meminta Presiden Joko Widodo agar mengajukan nama calon Panglima TNI yang baru untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo pada bulan November ini.

"Kami mendesak supaya pada bulan ini selama masa sidang," kata Hasanuddin di kantor Setara Institute dalam diskusi “Pergantian Panglima dan Akselerasi Reformasi TNI di Jakarta, Kamis (23/11).

Hasanuddin mengatakan, waktu sudah makin mepet karena DPR akan kembali menjalani masa reses pada 13 Desember hingga 14 Januari 2018 mendatang. Kemudian, DPR akan kembali memasuki masa reses pada Bulan Maret. 


DPR tidak bisa memproses apabila pemerintah mengajukan nama calon Panglima TNI yang baru dalam masa reses tersebut.
Hal lain yang menyatakan bahwa waktu sudah mepet adalah Panglima TNI aktif Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang.

Hasanuddin khawatir Panglima TNI yang baru, belum terpilih ketika Gatot sudah memasuki masa pensiun. Jika demikian, maka Gatot akan tetap menjabat sebagai Panglima TNI meski sudah memasuki masa pensiun.

Hal tersebut sangat mungkin terjadi jika nama calon Panglima TNI yang baru tidak diajukan ke DPR sejak November.

"Maka itu bisa-bisa bablas kita punya Panglima TNI dalam status pensiun. Itu tidak boleh terjadi," katanya.
Anggota Komisi I Minta Jokowi Usulkan Calon Panglima NovemberPanglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018. (Dok. Puspen TNI)

Alasan lain yang dikemukakannya yakni menyangkut tahun politik 2018-2019 yang akan datang.

Dia mengatakan bahwa Panglima TNI yang baru nanti mesti mulai mengonsolidasikan kekuatan untuk mengamankan tahun pemilu pada Januari. Koordinasi dengan Polri juga harus dilakukan sedini mungkin agar soliditas antara keduanya dapat tercipta sedini mungkin. 
"Setidaknya harus ada orientasi satu dua bulan oleh Panglima yang baru nanti dalam mendistribusi pasukan TNI dalam membantu Polri," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Imparsial, Al Araf juga berpendapat serupa. Dia menilai Alangkah baiknya jika Presiden Joko Widodo mengusulkan nama Calon Panglima TNI yang baru pada November.

Itu perlu dilakukan agar DPR dapat melakukan fit and proper test dengan waktu yang cukup panjang.

"Jangan sampai karena waktunya sudah mendesak, DPR jadi tidak bisa meminta presiden mengusulkan nama lain," kata Al Araf.
(sur)