Hasil survei lembaga Poltracking menunjukkan elektabilitas Gatot saat ini adalah 13,7 persen. Beda tipis dari Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan dan Sri Mulyani yang masing-masing punya elektabilitas 13,2 persen dan Ahmad Heryawan (2,8 persen)
Sementara Budi Gunawan atau BG, elektabilitasnya sebesar 2,3 persen. Angka ini bahkan lebih besar dari tingkat keterpilihan Muhaimin Iskandar (1,8 persen), Puan Maharani (1,2 persen), Muhammad Zainun Majdi (1,3 persen), Zulkifli Hasan (1,1 persen), dan Budi Waseso (0,9 persen).
Lihat juga:NasDem Resmi Usung Jokowi di Pilpres 2019 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elektabilitas nama-nama tersebut berubah ketika dipasangkan dengan Joko Widodo di Pilpres 2019, kebanyakan menjadi bertambah.
Hasil survei Poltracking menyebut elektabilitas Gatot Nurmantyo untuk jadi Cawapres saat ini masih tertinggi. (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani) |
Hanta mengatakan, munculnya nama-nama ini merupakan hasil riset, pertanyaan kepada sejumlah partai politik, dan survei sebelumnya.
Menurutnya, nama-nama yang lahir dari ketiga langkah tersebut menjadi bahan yang diajukan pihaknya kepada responden.
"Kami sebelum survei, ada praresearch, kedua tanya elite partai, ketiga tracking survei sebelumnya," kata Hanta. (sur)
Hasil survei Poltracking menyebut elektabilitas Gatot Nurmantyo untuk jadi Cawapres saat ini masih tertinggi. (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)