Demokrat Klaim AHY Bisa Kerek Elektabilitas Jokowi di 2019

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Kamis, 09/11/2017 19:22 WIB
Demokrat Klaim AHY Bisa Kerek Elektabilitas Jokowi di 2019 Demokrat mengklaim, elektabilitas AHY terus meningkat usai Pilgub DKI 2017. Elektabilitas AHY itu diklaim bisa mengerek elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon menyatakan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY merupakan sosok yang berpotensi mengerek elektabilitas Joko Widodo jika digaet menjadi calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Menurutnya, peluang duet itu muncul usai sejumlah survei menunjukan elektabilitas Jokowi saat ini masih belum berada dalam posisi aman.

"Kalau saya melihat di 2019 dengan angka-angka ini, Pak Jokowi tidak leluasa memilih wapresnya. Jadi dia butuh sosok wapres yang kalau mendampinginya bisa mengerek suara dia ke atas," ujar Jansen dalam diskusi ‘Menakar Cawapres Potensial Tahun 2019’ di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/11).


Jansen menyampaikan, data survei per Oktober 2017 menunjukan elektabilitas Jokowi saat ini berada di bawah 50 persen. Angka itu menjadi peringatan kepada Jokowi agar mencari sosok yang memiliki elektabilitas tinggi, salah satunya AHY.

Eketabilitas Jokowi, kata dia, berbeda dengan elektabilitas mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sebelum Pilpres 2009 mencapai 60 persen lebih. Elektabilitas itu memberi keleluasaan bagi SBY memilih calon wapresnya tanpa khawatir akan kalah.

"Jadi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pak Jokowi ini itu terkait langsung dengan keleluasaan beliau memilih wapresnya. Jadi karena di periode kedua Pak SBY selalu di atas 60 persen bahkan sampai 70 persen leluasa dia memilih wapresnya," ujarnya.


Lebih lanjut, Jansen mengklaim, elektabilitas AHY terus meningkat pasca Pilgub DKI Jakarta tahun 2017. Berdasarkan data survei, elektabilitas AHY saat ini jika dicalonkan untuk menjadi capres berada di posisi ketiga di bawah Jokowi dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Sementara dalam posisi sebagai cawapres, Jansen mengklaim data surveinya menempatkan AHY di posisi pertama dengan elektabilitas mencapai 14,3 persen. Kemudian disusul Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Pasangan dengan siapa saja dengan AHY elektabilitasnya pasti naik," ujar Jansen.



Lebih dari itu, Jansen menyampaikan, Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 merupakan momen gladi resik AHY menuju Pilpres tahun 2019.

"Gladi resik pasti kotor-kotoran. Alasan utamanya Pilpres tahun 2019. Ongkos kampanyenya kelas Pilkada, tapi capaiannya pilpres," ujar dia. (osc/osc)