Gofar menuturkan, pertama kali mengenal punk saat ia kelas lima sekolah dasar tahun 1994. Saat itu kerabatnya ada kerap yang memperdengarkan musik punk. Setahun setelahnya, Gofar sudah berlatih musik punk meski baru kelas enam.
“Rutin manggung ketika SMA dan dari situ gua melalui berbagai macam fase pengetahuan soal punk. Pertama gue kira adalah sejenis musik, tapi ternyata itu kultur,” kata Gofar saat bertemu. CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengamen di jalanan untuk menyambung hidup. Tidur di jalanan saat itu sudah menjadi keseharian.
Gofar Hilman berharap punk tak dilihat sebelah mata. (CNN Indonesia/M Andika Putra) |
Sementara dunia penyiaran digeluti pria 34 tahun ini sejak 2012.
Dengan segala pencapaiannya saat ini, Gofar menegaskan, bukan berarti dia bisa disebut sebagai mantan anak punk. Menurutnya punk tidak dinilai dari fisik atau status sosial, tetapi pemikiran.
“Gue masih pakai ideologi punk di kehidupan meski enggak semua,” katanya.
Lihat juga:Syiar Islam Kaum Punk Pulogadung |
Ideologi anarkis selalu diterapkannya walau merasa belum pantas untuk bisa disebut sebagai anarkis. Konsep kesetaraan juga selalu diterapkannya. “Gue belajar banyak soal rendah hati, gue berasal dari bahwa dan hal itu enggak akan pernah hilang,” katanya.
Selain itu, Gofar juga mengaku masih kerap menggelar acara bertema food not boms untuk mengampanyekan pada negara lebih penting menyediakan kebutuhan pokok rakyat ketimbang mempersenjatai militer.
Gofar berharap, punk tak dilhat sebelah mata saja. Jika melihat ada anak punk mengamen dengan cara memaksa atau mabuk di tempat umum, bukan berarti semua anak punk bertingkah sama.
Gofar Hilman berharap punk tak dilihat sebelah mata. (CNN Indonesia/M Andika Putra)