MKD: Setnov Mohon Maaf dan Minta Anggota DPR Berhati-hati

Feri Agus, CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 18:05 WIB
MKD: Setnov Mohon Maaf dan Minta Anggota DPR Berhati-hati Tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto menyampaikan permohonan maaf usai diperiksa MKD di Gedung KPK. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Maman Imanulhaq mengatakan Ketua DPR Setya Novanto menitip pesan kepada anggota DPR agar berhati-hati. Tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP itu juga menyampaikan permohonan maaf usai diperiksa MKD.

"Terakhir Pak Setya Novanto bilang mohon maaf dan kepada anggota DPR hati-hati," kata Maman usai memeriksa Setnov di gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/11).

Maman memeriksa Setnov bersama Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua MKD Syarifuddin Sudding dan anggota MKD Agung Widyantoro. Pemeriksaan Setnov ini dilakukan MKD terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik.



Menurut Maman, MKD memeriksa Setnov dengan berpatokan pada Undang-Undang Nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Maman menyebut pihaknya akan kembali mengonfirmasi keterangan Setnov setelah pemeriksaan hari ini.

"Kami mengacu pada MD3 tentang pemberhentian Ketua DPR. Lalu apakah betul ada tugas-tugas yang diabaikan, nah itu butuh konfirmasi," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum Setnov, Fredrich Yunadi tak diizinkan mendampingi kliennya selama pemeriksaan MKD terkait dugaan pelanggaran kode etik. Frederich pun mengaku tak tahu materi pemeriksaan yang dilakukan MKD.


"Mereka enggak mengizinkan saya ikut. Jadi saya enggak tahu apa yang diperiksa. Saya enggak ngerti, kan di sana saya duduk terus," ujar Fredrich.

Menurut Fredrich, sebenarnya MKD mempersilakan dirinya untuk mendampingi Setnov saat diperiksa. Namun, petugas KPK tak mengizinkan dirinya naik ke ruang pemeriksaan.

"Boleh, MKD minta disertakan, tapi kan saya tidak diizinkan untuk naik ke atas. Ya, orang yang pada piket di KPK sini tidak mengizinkan saya naik gitu kan. Terpaksa saya duduk-duduk saja," kata Fredrich. (pmg/pmg)