Pemprov Banten Siaga 24 Jam Hadapi Badai Dahlia

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 01/12/2017 15:52 WIB
Pemprov Banten Siaga 24 Jam Hadapi Badai Dahlia Ilustrasi dampak badai dahlia. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Serang, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk selalu siaga 24 jam dan memantau perkembangan badai siklon tropis Dahlia.

"Sejak kemarin saat terjadinya siklon cempaka, saya langsung perintahkan BPBD untuk memonitor perkembangannya dan minta untuk bersiaga dengan kemungkinan yang akan terjadi," kata Wakil Gubernur Banten, Andhika Hazrumy, Jumat (01/12).

Aparatur pemerintah desa dan kelurahan juga tak luput diminta Andhika untuk selalu siaga 24 jam mengantisipasi efek sikon tropis dahlia yang bisa saja mengakibatkan bencana alam dan menelan korban jiwa.


"Jadi, jangan nanti nomor ponsel kadesnya malah mati, susah dihubungi atau kantor desa malah enggak ada orang," ujarnya.

Selain itu, Andhika meminta masyarakat untuk mengaktifkan kembali ronda di setiap kampung, terutama di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) dan warga pesisir guna menghindari banjir yang datang secara tiba-tiba.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat akan cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang, kilat dan petir dalam beberapa hari ke depan yang menyerang wilayah Banten, Jakarta, Lampung, Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Imbauan itu dikeluarkan setelah BMKG mendeteksi pertumbuhan siklon tropis pada 27 November lalu yang dinamai Cempaka.

Siklon Cempaka memicu hujan lebat di wilayah Banten hingga Jawa Timur dengan kecepatan angin mencapai 30 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter hingga 6 meter di perairan Indonesia.

Meredanya badai Cempaka langsung disusul dengan kemunculan muncul siklon tropis Dahlia yang terdeteksi pada Rabu, 29 November 2017 sekitar pukul 19.00 WIB di Bengkulu bagian Selatan.

Siklon Dahlia itu bergerak ke arah barat dengan kecepatan 65km per jam. Pada Kamis, 30 November 2017, badai ini bergerak ke arah Timur-Tenggara-Selatan Jawa dengan kecepatan 85km/jam dan diprediksi mencapai puncaknya pada 2 Desember 2017 dengan kecepatan mencapai 100km per jam.

Dampaknya terjadi di Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Selat Sunda, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, berupa cuaca ekstrem yaitu hujan sedang sampai lebat yang disertai angin kencang dengan kecepatan maksimal mencapai 20 knots (35 km/jam), disertai kilat petir.

Di Perairan Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat dan selatan Jawa, berpotensi menciptakan gelombang dengan ketinggian 4 meter hingga 6 meter.

Kedatangan Badai Dahlia ini membuat Pemprov memasang bendera merah di seluruh pantai di Banten sejak kemarin.

"Mengingat cuaca ekstrem, maka demi keselamatan agar tidak melakukan aktifitas di perairan seperti berenang," kata Lulu Jamaludin, Humas Badan Relawan Wisata Tirta (Balawista) Banten.

Bendera merah pertanda sebagai larangan bagi siapa pun bermain di sekitar pantai.

Sedangkan untuk olahraga air, seperti selancar hanya diperbolehkan untuk kaum profesional saja. Itu pun harus didampingi tim penyelamat.

"Mohon kiranya kepada para pengelola objek wisata dapat selalu memberikan arahan agar berhati-hati," katanya. (yan/djm)