Pemprov DKI Umumkan Konsep Penataan Tanah Abang Pekan Ini
Mesha Mediani | CNN Indonesia
Senin, 04 Des 2017 10:04 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemprov DKI telah merampungkan konsep penataan kawasan Tanah Abang. Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno berjanji segera mengumumkan konsep final penataan Tanah Abang dalam waktu dekat.
"Minggu lalu sudah final dan Insya Allah bulan Desember ini akan diumumkan. Mudah-mudahan bisa minggu ini," ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/12).
Sandi tidak membeberkan secara rinci konsep penataan Tanah Abang yang disusun Pemprov DKI. Dia pun bergeming ketika disinggung mengenai isu yang menyebut ruas jalan di depan stasiun Tanah Abang dari arah Jati Baru ke Blok G akan ditutup untuk kendaraan dan dijadikan lapak pedagang kaki lima PKL.
"Nanti saja tunggu pengumumannya. Pokoknya akan out of the box," kata Sandi.
Pemprov DKI telah merancang konsep penataan Tanah Abang sejak Oktober-November 2017. Penataan itu dinilai perlu guna membenahi kesemrawutan kawasan pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Baik Sandi maupun Anies Baswedan telah mengecek langsung kondisi di lapangan. Mereka sampai saat ini belum menjelaskan detail konsep penataan yang mereka tawarkan.
Sandi bahkan sempat menyatakan Pemprov DKI turut melibatkan preman untuk diajak berdiskusi mencari solusi kesemrawutan di Tanah Abang.
Ombudsman sementara itu mendapati temuan bahwa pedagang kaki lima di Tanah Abang selama ini sulit ditertibkan karena endapat perlindungan dari oknum Satpol PP.
(gil)
"Minggu lalu sudah final dan Insya Allah bulan Desember ini akan diumumkan. Mudah-mudahan bisa minggu ini," ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/12).
Sandi tidak membeberkan secara rinci konsep penataan Tanah Abang yang disusun Pemprov DKI. Dia pun bergeming ketika disinggung mengenai isu yang menyebut ruas jalan di depan stasiun Tanah Abang dari arah Jati Baru ke Blok G akan ditutup untuk kendaraan dan dijadikan lapak pedagang kaki lima PKL.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemprov DKI telah merancang konsep penataan Tanah Abang sejak Oktober-November 2017. Penataan itu dinilai perlu guna membenahi kesemrawutan kawasan pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Sandi bahkan sempat menyatakan Pemprov DKI turut melibatkan preman untuk diajak berdiskusi mencari solusi kesemrawutan di Tanah Abang.
Ombudsman sementara itu mendapati temuan bahwa pedagang kaki lima di Tanah Abang selama ini sulit ditertibkan karena endapat perlindungan dari oknum Satpol PP.