Polri Waspadai Serangan Terorisme Jelang Natal dan Tahun Baru

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 04:45 WIB
Polri Waspadai Serangan Terorisme Jelang Natal dan Tahun Baru Kapolri Tito Karnavian mengatakan bahwa terorisme menjadi salah satu tindak kejahatan paling diwaspadai dalam Operasi Lilin yang digelar Polri dalam menyambut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan kembali menggelar Operasi Lilin dalam menyambut perayaan hari raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Terorisme menjadi salah satu tindak kejahatan yang diwaspadai dalam operasi ini. 

"Persiapan tahun baru kami sudah siapkan namanya Operasi Lilin. Tadi saya sudah kumpulkan semua Kapolda, kerawanan yang utama yang kami waspadai adalah terorisme," kata Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (6/12).

Operasi Lilin ini akan dimulai sebelum Natal pada 22 Desember dan selesai setelah Tahun Baru pada 3 Januari 2018.


Dalam rentang waktu tersebut, kepolisian juga akan mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dalam arus mudik dan balik. Menurut Tito, Polri akan menerapkan sistem yang sama seperti Operasi Ramadniya 2017 silam. 
Tito juga menuturkan, Polri telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi berbagai potensi masalah dalam arus mudik dan balik Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Ini juga cukup panjang liburnya. Kami akan gunakan pola persis sama seperti Lebaran lalu. Insya Allah aman," ucap mantan Kapolda Papua itu.

Melalui Operasi Lilin ini, kepolisian juga akan memantau stabilitas harga bahan pokok. Pekan depan, Tito akan berdiskusi bersama Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Pertanian untuk menghindari permainan mafia yang kerap menimbun bahan pokok.

"Kemungkinan Senin atau Selasa kami akan rakor (rapat koordinasi) bersama," ucapnya.
Jenderal bintang empat itu menyampaikan, Operasi Lilin 2017 juga akan mengantisipasi berbagai tindak kejahatan konvensional, seperti pencopetan dan penjambretan.

Menurutnya, kepala kepolisian satuan wilayah dari tingkat sektor hingga resor harus 'membersihkan' pelaku tindak kejahatan ini.

Tito mengancam akan mencopot jabatan kepala kepolisian satuan wilayah dari tingkat sektor hingga resor yang tidak bisa 'membersihkan'pelaku tindak kejahatan ini.

"Preman, calo, dan tukang bius di bandara, pelabuhan, stasiun, harus bersih. Yang enggak bisa bersihkan, ya saya copot," kata dia.
Lebih dari itu, Tito juga melarang aksi razia liar oleh kelompok masyarakat menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Dia menyampaikan, pihaknya akan melakukan pendekatan ke sejumlah tokoh untuk mengantisipasi hal ini.

Namun, Tito menegaskan, jajaran kepolisian akan mengambil langkah penegakan hukum bila masih menemukan aksi razia liar menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Kalau ada yang melanggar, lakukan penegakan hukum. Itu tugas jajaran saya tadi," tuturnya. (has)