Protes Yerusalem, Massa NU Akan Aksi Lagi di Depan Kedubes AS

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 17:49 WIB
Protes Yerusalem, Massa NU Akan Aksi Lagi di Depan Kedubes AS Akibat Dubes AS tak menemui massa aksi solidaritas Yerusalem, massa NU menyatakan akan melakukan aksi kembali di depan Kedubes AS di Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa aksi protes Yerusalem dari Nadhlatul Ulama (NU) berencana melakukan aksi lanjutan di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta.

Mereka mengatakan akan datang dengan jumlah massa yang lebih besar dari hari ini sebagai protes atas pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Ketua Umum Ikatan Pelajar NU Asep Irvan Mujahid mengatakan aksi lanjutan ini merupakan bentuk kekecewaan karena Dubes AS Joseph Donovan tak menemui perwakilan massa aksi.


“Tadi sudah ada perwakilan sampaikan tuntutan, tapi pihak Kedubes AS tidak bisa jawab karena dubesnya enggak di sini. Kami akan evaluasi dulu di PBNU aksi lanjutan apakah besok, lusa, atau kapan nanti ditentukan,” ujar Asep saat ditemui di depan Kedubes AS, Jumat (8/12).

Asep menyatakan pihaknya ingin Kedubes AS memberikan pernyataan resmi secara langsung di hadapan massa aksi.

“Inginnya kami, mereka yang datang ke panggung dan di depan massa aksi menyampaikan sikapnya atas tuntutan kami. Itu saja sederhana,” ujar Asep.

Aksi massa di depan Kedubes AS yang berlangsung setelah Salat Jumat itu berakhir sekitar pukul 15.30 WIB. Sebagian massa ada yang melaksanakan ibadah salat ashar dulu, sebagian lagi ada yang langsung beranjak meninggalkan lokasi dengan kendaraan masing-masing.

Dalam pernyataannya, massa menyatakan pernyataan Trump yang akan memindahkan memindahkan kantor Kedubes AS di Tel Aviv ke Yerusalem dan pengakuan Yerusalem ibu kota Israel, adalah zalim.

Mereka mengimbau seluruh warga dunia agar bersama-sama melindungi Yerusalem yang juga dihuni Rakyat Palestina.

Massa juga meminta agar negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam seperti Arab Saudi tidak melepas fokus perhatian terhadap Yerusalem. (kid)