Usai Terpilih, Airlangga Pastikan Golkar Tetap Dukung Jokowi

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 14/12/2017 03:48 WIB
Usai Terpilih, Airlangga Pastikan Golkar Tetap Dukung Jokowi Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto memastikan partainya bakal mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla hingga 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto memastikan partainya bakal mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla hingga 2019. Airlangga juga menegaskan Golkar bakal tetap mencalonkan Jokowi dalam gelaran Pilpres mendatang.

Menurut Airlangga, hal itu merupakan komitmen dari Partai Golkar dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) beberapa waktu lalu.

"Kami mengajak seluruh kader Partai Golkar untuk mengamanatkan amanah Rapimnas tersebut," kata Airlangga sesuai terpilih sebagai ketua umum dalam rapat pleno di Kantor DPP Golkar, Rabu (13/12) malam.

Airlangga memastikan bahwa tidak ada faksi-faksi di internal Golkar. Dalam kepengurusan ke depan, dia menyebut akan bekerja bersama-sama.


"Kita bersama dalam satu setengah tahun ke depan menyelesaikan agenda-agenda politik, apakah itu pilkada, pileg, maupun pilpres nanti," ujarnya.

Menteri Perindustrian ini juga menyampaikan terimakasih kepada Jokowi yang disebut melihat Golkar sebagai salah satu pilar demokrasi.

Tak lupa, Airlangga juga mendoakan kepada Setya Novanto yang kini tengah menghadapi proses hukum di pengadilan tindak pidana korupsi akibat dugaa korupsi kartu tanda penduduk elektronik yang merugikan negara Rp2,3 triliun.

"Khusus kepada mantan ketua umum bapak Setya Novanto, kami semua mendoakan agar beliau diberi kekuatan dan juga mendapatkan apa yang terbaik. Dan juga kami dari partai tentu akan memberikan bantuan yang diperlukan bapak Setya Novanto dan keluarga," ucapnya.

Sebelumnya, rapat pleno DPP Golkar memutuskan Ketua Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar yang baru menggantikan Setya Novanto.

Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan berdasarkan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) terkait masalah hukum yang dihadapi Setya Novanto, jabatan Ketua Umum Golkar dinyatakan lowong.

"Maka rapat pleno memutuskan pergantian ketua umum dari Setya Novanto ke Airlangga Hartarto," kata Nurdin dalam konferensi pers di Aula Kantor DPP Golkar di Jakarta, Rabu (13/12) malam. (lav/lav)