Kepergian pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu pun menyisakan duka, tak terkecuali bagi sesama anggota DPD atau dikenal dengan istilah senator.
Fahira Idris, satu dari empat senator DKI, melontarkan belasungkawanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahira mengatakan perjuangan AM Fatwa yang dikenal kritis pada masa Orde Lama dan Orde Baru hingga akhir hayatnya adalah bukti kecintaan pada Indonesia.
"Beristirahatlah dengan tenang Pak Fatwa, temui penciptamu. Izinkan kami melanjutkan perjuanganmu menjaga Indonesia."
Lihat juga:Memori Perjuangan AM Fatwa |
Tak hanya Fahira, sejumlah tokoh di luar DPD pun ramai melayangkan duka cita. Seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
"Kita belajar spirit kenegarawanan dan kedewasaan berpolitik darinya," ujar Haedar yang dikutip dari akun Twitternya.
Semasa hidunya, AM Fatwa yang merupakan salah satu sosok dibalik kelahiran Partai Amanat Nasional (PAN).
Dalam siaran persnya, Haedar menyatakan dalam berpolitik, Fatwa mewarisi nuansa Masyumi.
"Kuat warna keislamannya, tetapi luwes bergaul dengan lawan politik sekalipun tanpa kebencian," ujar Haedar yang dikutip dari situs resmi Muhammadiyah.
Lihat juga:Politikus Senior AM Fatwa Meninggal Dunia |