Kepala Bidang Lalu Lintas dan Status Kantor Imigrasi Kelas I Jaksel Marina Harahap mengatakan, kegiatan tersebut untuk memudahkan perpanjangan paspor elektronik bagi masyarakat yang merasa kesulitan saat melakukan secara online.
"Sementara hanya perpanjangan untuk bikin paspor elektronik. Soalnya banyak yang mencari elektronik, sementara antrian online rada susah jadi nanti (masyarakat) dapat datang," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat dapat membawa paspor asli serta dalam bentuk yang telah difotocopi.
Saat orang datang ke stand, Rina menjelaskan, yang pertama kali harus dilakukan adalah dengan melakukan registrasi nama serta nomor telepon yang dapat dihubungi. Setelah itu mereka hanya menunggu panggilan dari pihak imigrasi.
Namun karena booth tidak disertai dengan tempat tunggu, Rina mengatakan, pendaftar dapat menunggu sambil mencari tempat makan atau sambil berbelanja. Hal itu supaya tidak menumpuk antrian di booth tersebut.
"Nanti mereka registrasi berikan nama dan nomor telepon, bagi yang mau makan silakan makan, yang mau belanja juga bisa. Nanti kami akan sms-in setiap orang yang akan menjadi giliran," ucapnya.
Misalnya, kata dia, bila sudah memasuki antrian ke-10, nanti antrian ke-12 akan dikirimi SMS.
Dalam satu hari, menurut Rina, pembukaan booth hanya ditujukan untuk 100 pendaftar.
Rina menjelaskan, pembukaan booth tersebut dilakukan secara nasional dan bukan hanya imigrasi Jaksel. Namun, ada beberapa badan imigrasi yang melakukan perpanjangan itu di kantor imigrasi masing-masing.
"Acaranya se-Indonesia tapi ada yang di kantor masing-masing. Kalau dari surat tugas (memang diizinkan) silakan di mal, pameran atau acara car free day. Kebetulan kami punya mobile unit jadi kami bawa ke mana-mana," jelas Rina.