Kemnaker Akan Uji Coba Pengiriman TKI ke Arab Saudi

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Sabtu, 16/12/2017 13:47 WIB
Kemnaker Akan Uji Coba Pengiriman TKI ke Arab Saudi Indonesia sampai saat ini masih menetapkan morotarium pengguna perseorangan atau asisten rumah tangga ke Arab Saudi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Republik Indonesia masih menetapkan moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi. Namun, tahun depan, Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia (Kemnaker) berencana mengirim kembali TKI ke Arab.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri , Soes Hindharno, Soes Hindharno, mengatakan pihaknya akan membahas hal itu dengan pihak Kementerian Ketenagakerjaan Arab Saudi pada akhir Desember mendatang.

"Pertengahan tahun depan sudah ada uji coba. Insya Allah antara Maret atau Agustus uji coba ditempatkan," kata Soes kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (15/12) malam.



Indonesia menetapkan moratorium penempatan TKI pengguna perseorangan atau asisten rumah tangga ke Arab Saudi dan sejumlah negara Timur Tengah. Larangan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 260 tahun 2015.

Sebelumnya, pada Rabu (13/12) malam, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan morotarum pengiriman TKI ke negaranya dapat segera dicabut.

"Saya melihat pemutusan pengiriman TKI ke Arab Saudi tidak tepat, karena itu saya mengharapkan pengiriman TKI ke Arab Saudi kembali lagi demi kemaslahatan kedua negara," kata Al-Shuaibi.

Duta besar yang pernah mendapatkan medali Dharma Pertahanan dari Kementerian Pertahanan RI selepas masa tugasnya sebagai Atase Pertahanan Arab Saudi di Indonesia itu memuji-muji TKI yang disebutnya sebagai tenaga kerja terbaik. "TKI merupakan tenaga kerja terbaik, mereka cepat memahami apa yang diinginkan majikannya," kata Al-Shuaibi.

Kemnaker Akan Uji Coba Pengiriman TKI ke Arab SaudiDuta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi (tengah) bersama mantan Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsuddin (kiri) di kediaman Dubes Saudi di Jakarta, 13 Desember 2017. (CNN Indonesia/Natalia Santi)

Tak Melanggar Permenaker Nomor 260 tahun 2015

Soes mengatakan uji coba pengiriman TKI yang akan dilakukan itu tak melanggar Permenaker 260/2015. Ia mengatakan ada perbedaan antara uji coba yang akan dilakukan nanti dengan pola penempatan TKI ke Saudi saat sebelum dilarang.

Soes menerangkan ada tiga aspek pembeda dari sebelumnya dengan uji coba pengiriman nanti. Pertama, jumlah TKI yang dikirim ke Arab tak akan banyak yakni sekitar 200-300 orang saja.

"Itu pun bakal terdiri dari calon TKI yang terbaik," ucap Soes.

Kedua, mengenai jenis pekerjaan. Nantinya TKI yang akan dikirim ke Arab tidak boleh dipekerjakan lebih dari sembilan jam kerja dalam sehari. Di samping itu, TKI pun tidak boleh dipekerjakan untuk segala jenis pekerjaan meski dijadikan asisten rumah tangga.

"Jabatan tertentu. Tidak multitasking yang mengarah ke perbudakan," tegas Soes.

Ketiga mengenai daerah penempatan. Dalam masa uji coba nanti, TKI hanya akan dikirim ke daerah tertentu saja. Soes mengatakan sudah ada dua kota yang disiapkan bakal menjadi tujuan uji coba, yaitu Riyadh dan Jeddah.

Kedua kota itu dipilih karena masyarakatnya sudah berpandangan modern. Atas dasar itu, Soes mengatakan pihaknya tidak akan memiliki majikan yang bertindak tidak semestinya.

Ketiga aspek tersebut, menurut Soes, sudah dapat membedakan antara uji coba dengan pola pengiriman TKI ke Arab Saudi sebelum moratorium 2015 lalu.

"Jadi, tidak menabrak Permenaker Nomor 260 tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelaksanaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah," lanjut Soes.

(kid)