Megawati Ingin Kedaulatan Pangan, Bukan Ketahanan Pangan

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Minggu, 17/12/2017 05:13 WIB
Megawati Ingin Kedaulatan Pangan, Bukan Ketahanan Pangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri (kedua dari kanan) menginginkan Presiden RI Joko Widodo (kanan) mementingkan kedaulatan pangan sehingga tak terlalu mengandalkan impor demi ketahanan pangan. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ingin pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih mengutamakan kedaulatan pangan daripada ketahanan pangan dalam menelurkan kebijakan.

Megawati mengatakan hal tersebut dalam sambutan Rapat Koordinasi Nasional Tiga Pilar PDI Perjuangan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang, Sabtu (16/12).

“Di sini saya lihat ada Bapak Menteri Pertanian. Disebutnya kita harus selalu mempertahankan pangan kita. Kami tidak setuju hal itu karena yang harus sebenarnya adalah kedaulatan pangan kita,” ujar Megawati.



Megawati menjelaskan ada perbedaan signifikan antara frasa 'ketahanan pangan' dan 'kedaulatan pangan'.

Menurut Megawati, kedaulatan pangan adalah ketersediaan pangan melalui kemampuan pemenuhan pangan yang dilakukan atau dihasilkan dari dalam negeri. Hal itu tentu akan menguntungkan rakyat sendiri khususnya petani. Ia meminta jangan terlalu mudah melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan.

“Itulah ciri jika Indonesia sudah berdiri di atas kaki sendiri,” ucap Megawati.


Putri dari proklamator RI, Sukarno itu menegaskan kedaulatan pangan juga selalu berkutat pada keberlangsungan hidup suatu bangsa.

Ketahanan pangan, kata Megawati, hanya berorientasi pada ketersediaan pangan saja tanpa memperhatikan bagaimana mendapatkannya. Pandangan demikian membuat impor menjadi mudah dimaklumi.
“Bukan berarti saya ini adalah yang namanya anti asing. Tidak sama sekali. Itulah artinya kedaulatan pangan,” ujar Megawati. (kid/kid)