"Ada tentunya potensi kerawanan baik yang ditimbulkan oleh gerakan-gerakan radikalisme atau yang bisa mendorong terorisme itu selalu kita pantau," kata Sandi usai rapat koordinasi dengan Komite Intelijen Daerah (Kominda) di Jakarta, Senin (18/12).
Selain itu, lanjut Sandi, ada pula ancaman narkotika yang peredaran dan penggunaannya marak saat perayaan hari besar tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah segala kerawanan itu, mantan Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk tersebut bersyukur karena situasi Jakarta hingga saat ini aman terkendali.
Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan tujuh lokasi di ibu kota yang akan menjadi pusat perayaan tahun baru.
Beberapa titik perayaan itu akan dijaga ekstra dan mendetail. Lokasi penjagaan ketat antara lain di kawasan Monas, Bundaran Hotel Indonesia, TMII, Ancol, dan sentra kuliner seperti Jalan Sabang dan Jalan KH Wahid Hasyim.
Elemen masyarakat akan dilibatkan dalam pengamanan titik perayaan itu.
"Jadi kita ingin hadirkan keadaan kondusif, aman, damai, rukun, tenteram, penuh dengan pesan damai kepada seluruh warga Jakarta," ucap Sandi.