Jalan Tanah Abang Ditutup, PKL Tetap Berdagang di Trotoar

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Jumat, 22/12/2017 21:04 WIB
Jalan Tanah Abang Ditutup, PKL Tetap Berdagang di Trotoar Sejumlah PKL tetap berjualan di trotoar meskipun jalan di depan Stasiun Tanah Abang ditutup. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pedagang kaki lima kembali menggelar lapak di trotoar depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka mempertahankan lapaknya meskipun pemerintah telah menutup jalan depan Stasiun Tanah Abang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menutup Jalan Jatibaru Raya yang berada di depan stasiun, sejak Jumat (22/12) pagi. Di salah satu jalur telah disediakan 400 tenda bagi para pedagang. Penutupan jalan itu untuk mengakomodasi PKL agar mereka tidak mengganggu pejalan kaki di trotoar.

Namun berdasarkan pantauan di lokasi, pada pukul 13.45 WIB para pedagang yang tak mendapatkan tenda, kembali menggelar lapak dagangannya di trotoar dekat pintu masuk stasiun. Mereka berdagang makanan, minuman hingga pakaian.


Keberadaan mereka mengganggu pejalan kaki di trotoar depan stasiun.

Toni, pedagang air mineral, bersikukuh tetap menggelar barang dagangannya di trotoar depan stasiun karena belum mendapatkan lapak tenda gratis dari Pemprov DKI Jakarta.

"Kita cari makan tiap harinya di sini, saya belum dapat nomor tenda padahal saya sudah mengurusnya," ujar Toni.

Melihat situasi itu, pihak Satpol PP turun tangan menertibkan PKL di trotoar. Satpol PP mulai bergerak menertibkan dari Jalan Jatibaru Bengkel ke Jalan Jatibaru Raya pada pukul 14.30 WIB.

Mereka meminta PKL yang berjualan di depan Stasiun Tanah Abang bergeser ke wilayah seberang jalan yang dijadikan jalur khusus pedagang.

PKL Tetap Berdagang di Trotoar Stasiun Tanah AbangRatusan tenda pedagang kaki lima berdiri di sepanjang jalur depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Jangan di sini lah, kan di sana sudah kita kasih space buat jualan, di sini kan trotoar buat pejalan kaki," ujar salah satu petugas Satpol PP.

Sempat terjadi perdebatan sengit antara PKL dengan petugas Satpol PP saat penertiban.

"Kami yang sebenarnya PKL di sini, harusnya kami dong yang dapat, (tapi) yang dapat di tenda itu mereka yang punya kios," ujar salah satu PKL yang enggan disebutkan namanya.

Situasi sempat terkendali, namun para PKL kembali berdagang di trotoar hingga sore hari.

Penutupan Jalan Jatibaru untuk para pedagang berlangsung selama 10 jam, pada pukul 08.00-18.00 WIB. Satu jalur lainnya digunakan untuk perlintasan bus Transjakarta.

Terkait pembangkangan para PKL yang masih berjualan di trotoar, Kepala seksi operasi Satpol PP Harry Apriyanto menjanjikan semua PKL di Tanah Abang diupayakan akan mendapat tenda lapak gratis dari pemerintah.

"Program penataan ini kan masih berkembang, baru sehari, semua akan tertampung dan dapat tempat yang sama untuk berdagang," ujar Harry. (pmg/djm)