Sandi mengatakan, kebijakan pihaknya masih dalam tahap awal dan akan dievaluasi sampai enam bulan ke depan, sehingga masih terlalu awal jika divonis gagal. Dia meminta semua pihak bersabar, sambil melihat perkembangan atas terobosan tersebut.
"Juga yang kemarin belum merasa pas, jangan terlalu merasa ini kegagalan. Kita sabar saja," kata Sandi di Tanah Abang, Jakarta, Selasa (26/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kunjungannya itu Sandi mendengarkan aspirasi dari para pedagang.
Selain itu, dia juga mendapat masukan dari Kepala Dinas Koperasi, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan Perdagangan DKI Jakarta, Irwandi serta Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung.
Kata Sandi, aspirasi dari para PKL, Irwandi dan Haji Lulung akan dibahas dalam rapat tim khusus penataan kawasan Tanah Abang.
"Nanti kita bawa rapat tim khusus untuk selalu ada modifikasinya berdasarkan berbasis data," tuturnya.
Mantan Komisaris PT Duta Graha Indah (DGI) itu berharap, penataan PKL di kawasan Tanah Abang ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat kecil. Sandi menyebut, tujuan kebijakan tersebut agar tak memperlebar jurang si kaya dan si miskin.
"Oleh karena itu kita ingin penanganan di sini mengakibatkan pemerataan dan kesetaraan antara usaha besar dan kecil," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menilai keputusan Pemprov DKI terkait PKL Tanah Abang tersebut jauh dari matang.
"Saya tegas, itu bukan sekadar belum matang, itu kebijakan gubernur yang bersifat serampangan," kata Gembong saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Minggu (24/12).
Gembong menyebut, Anies-Sandi tak komprehensif ketika membahas kebijakan penutupan jalan di depan Stasiun Tanah Abang demi lapak PKL.
Menurut dia, banyak aturan yang Anies-Sandi langgar dalam menata kawasan Tanah Abang, namun Gembong tak menyebut apa saja aturan yang dilanggar Anies-Sandi.
[Gambas:Video CNN]
(wis/djm)
"Nanti kita bawa rapat tim khusus untuk selalu ada modifikasinya berdasarkan berbasis data," tuturnya.
Mantan Komisaris PT Duta Graha Indah (DGI) itu berharap, penataan PKL di kawasan Tanah Abang ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat kecil. Sandi menyebut, tujuan kebijakan tersebut agar tak memperlebar jurang si kaya dan si miskin.
"Oleh karena itu kita ingin penanganan di sini mengakibatkan pemerataan dan kesetaraan antara usaha besar dan kecil," kata dia.
"Saya tegas, itu bukan sekadar belum matang, itu kebijakan gubernur yang bersifat serampangan," kata Gembong saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Minggu (24/12).
Gembong menyebut, Anies-Sandi tak komprehensif ketika membahas kebijakan penutupan jalan di depan Stasiun Tanah Abang demi lapak PKL.
Menurut dia, banyak aturan yang Anies-Sandi langgar dalam menata kawasan Tanah Abang, namun Gembong tak menyebut apa saja aturan yang dilanggar Anies-Sandi.
[Gambas:Video CNN]