Ragam Perayaan Tahun Baru Para Gubernur Jakarta

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Selasa, 02/01/2018 12:24 WIB
Ragam Perayaan Tahun Baru Para Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menyelenggarakan nikah massal saat tahun baru selain merayakan malam pergantian di Pantai Carnaval Ancol. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap tahunnya, Gubernur DKI Jakarta merayakan tahun baru bersama warga. Masing-masing punya cara berbeda untuk merayakan malam pergantian tahun.

Era kepemimpinan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, salah satu hal unik yang digagas untuk peringatan tahun baru ada nikah massal. Sebanyak 437 pasangan dinikahkan dan disediakan mahar gratis di Kawasan Jalan MH Thamrin.

Menurut Anies, nikah massal adalah bentuk keberpihakan kepada warga berekonomi lemah. Dia berharap, malam itu menjadi malam tak terlupakan bagi peserta nikah massal. 


"Untuk kemudian menjadi kisah yang disampaikan kepada anak cucu, bahwa pernikahan mereka dulu disaksikan bersama oleh seluruh warga Jakarta sebagai bagian dari kemeriahan perayaan malam tahun baru 2018," kata Anies di akun Instagramnya.

Malam harinya, Anies merayakan detik-detik malam pergantian tahun di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat bersama warga. Sementara wakilnya, Sandiaga Uno memimpin pesta kembang api pergantian tahun di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara.

Ini adalah kali pertama Anies dan Sandi merayakan tahun baru bersama warga Ibu Kota sebagai kepala daerah.
Ragam Perayaan Tahun Baru Para Gubernur JakartaAnies-Sandi menggelar nikah massal untuk merayakan tahun baru 2018. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Untuk memfasilitasi warga yang ingin merayakan malam tahun baru di pusat kota, Malam Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Night digelar di sepanjang Jalan MH Thamrin. Festival kuliner khas 34 provinsi Nusantara didirikan untuk memanjakan lidah warga yang datang. Panggung hiburan di Bundaran HI, Monas, dan titik lainnya juga disediakan.

Paginya, usai merayakan gemerlap pesta tahun baru, Anies dan keluarga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya 1 Cipayung, Jakarta Timur. Kurang lebih, ada 210 lansia yang tinggal dan dirawat di sana.

Anies bercerita, ia sempat bercengkrama dengan beberapa lansia yang matanya berkaca-kaca dan meneteskan air mata ketika mengisahkan keluarganya yang tak ditemukan atau telah tiada.

Tahun Baru Kepemimpinan Sebelumnya

Perayaan malam tahun baru kemarin tidak jauh berbeda dengan perayaan pada masa pemerintahan DKI sebelumnya. 

Awal Tahun 2017 lalu, Pemerintah DKI Jakarta tidak menggelar perayaan tahun baru bersama gubernur “aslinya”. Saat itu, Gubernur Basuki Cahaya Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat sedang cuti karena kampanye Pilkada 2017.

Jakarta saat itu dipimpin oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono. Seperti Sandi, Sumarsono menghadiri perayaan tahun baru 2017 di panggung utama Pantai Karnaval Ancol. Pria yang karib disapa Soni itu memandu peluncuran kembang api dengan menembakkan suar ke udara.

Awalnya, Pemprov DKI berencana menggelar kegiatan malam bebas kendaraan bermotor mulai dari Bundaran Patung Kuda (Jalan MH Thamrin) hingga Semanggi (Jalan Sudirman) tapi dibatalkan. DKI pun menyebar wilayah panggung hiburan di lima kota administratif di Jakarta.

Alasan Soni, di sepanjang Jalan Sudirman ada pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan Simpang Susun Semanggi yang sedang berlangsung.

Dia khawatir membludaknya warga di sekitar lokasi proyek akan mengganggu proses pembangunan proyek.

"Selain itu, saat ini kita juga sedang pemulihan situasi perekonomian. Jadi, kegiatan yang sifatnya glamor harus ditiadakan. Ini alasan car free night dibatalkan," katanya kala itu.

Tahun baru 2016 lalu, Ahok terakhir kali merayakan tahun baru sebagai gubernur di Pantai Karnaval Ancol.

Di atas panggung, Ahok-Djarot menghitung mundur menyambut tahun 2016 didampingi Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksmana, serta Kapolda Metro Jaya Inspektur yang kini menjabat Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.

Saat itu, Pemprov DKI memfokuskan perayaan Tahun Baru 2016 di kawasan Ancol, sementara di kawasan kota administrasi lain hanya diperbolehkan menggelar secara sederhana.

Ahok mengungkapkan, keputusan tersebut diambil atas dasar penghematan anggaran. Menurutnya, kondisi ekonomi di Indonesia menjadi salah satu alasan pengurangan pesta tahun baru.

Era Jokowi, Fauzi Bowo, dan Sutiyoso

Tahun 2013 lalu, Gubenur DKI Joko Widodo yang kini menjabat Presiden RI, adalah gubernur DKI pertama yang menggagas Jakarta Night Festival. Saat itu, Jokowi menabuh gong pergantian tahun di Bundaran HI.

Setahun kemudian, Jokowi dan wakilnya, Ahok memimpin kirab budaya dalam Jakarta Night Festival pada malam tahun baru 2014. Keduanya konvoi dari Balai Kota menuju Bundaran HI menggunakan mobil golf yang dikendarai Ahok.

Ribuan warga antusias ingin bertemu dan bersalaman dengan pemimpin daerah tersebut. Di akhir kirab budaya, sempat terjadi saling dorong antara Satpol PP, warga, dan wartawan usai Jokowi turun dari mobil golfnya.

Saat itu keduanya kompak mengenakan baju kotak-kotak yang menjadi seragam khas mereka saat maju di Bursa Pilkada DKI 2012.

Pada perayaan tahun baru 2012 di era Gubernur DKI Fauzi Bowo, pria yang biasa disapa Foke itu menghadiri perayaan tahun baru di Pantai Karnaval Ancol bersama artis nasional dan ribuan warga.

Sedangkan pada tahun terakhir Sutiyoso menjabat Gubernur DKI, ia meminta agar perayaan Tahun Baru 2007 tidak dilakukan berlebihan, sebab malam itu bertepatan dengan Idul Adha 1427 H.

Pengamat politik Universitas Padjadjaran Idil Akbar menilai, kehadiran kepala daerah pada perayaan besar seperti malam tahun baru tak ubahnya sebuah rutinitas. Bedanya pada malam tahun baru kali ini, Indonesia sedang menyongsong ke tahun politik 2018.

"Ini tentu punya makna berbeda dan menyangkut pula pada persoalan pencitraan, serta upaya untuk menciptakan popularitas yang lebih besar," kata Idil kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/1).

Menurut Idil, pesta semacam itu adalah bentuk pemimpin daerah untuk membangun citra dan meningkatkan elektabilitas.

"Paling tidak, warga bisa berinteraksi dan berkomunikasi langsung. Itu punya makna berbeda dalam konteks politik, dibungkus dengan yang namanya perayaan tahun baru," kata Idil.
[Gambas:Video CNN] (sur)