'Makna Tanpa Kelas di Balik Penampilan Jokowi'

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Rabu, 03/01/2018 08:10 WIB
'Makna Tanpa Kelas di Balik Penampilan Jokowi' Menko Polhukam Wiranto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Rini Soemarno, serta Gubernur Banten Wahidin Halim mengenakan pakaian formal saat peresmian kereta bandara. Bahkan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang terus berada di samping Jokowi dalam acara peresmian itu pun berbusana formal. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di pagi awal tahun baru 2018, rakyat Indonesia dikejutkan kehadiran sang presiden yang tampil berbalut kaus dalam acara peresmian kereta bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Selasa (2/1).

Kaus warna merah marun yang dipadukan dengan celana panjang jin, dan sepatu olahraga itu menjadi kontras dibandingkan para pembantunya, empat menteri yang mendampingi.

Menkopolhukam Wiranto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Rini Soemarno, pun Gubernur Banten Wahidin Halim yang mengenakan pakaian formal. Bahkan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang terus berada di samping Jokowi dalam acara peresmian itu pun berbusana formal.



Saat ditanya awak media, mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini beralasan ‘aneh’ jika pergi ke stasiun mengenakan jas.

Ia berseloroh ‘Mosok ke stasiun pakai jas?’ ucapnya sambil tertawa kecil.

Tampilan Jokowi yang terlihat santai memang bukan hanya kali ini saja. Dalam beberapa acara keluarga maupun kenegaraan, ia kerap muncul ke muka publik dengan gaya santai.

Salah satu yang sempat ramai adalah saat Jokowi memberikan keterangan pers usai aksi 411 dengan jaket bomber di Istana Negara pada 2016 silam. Jaket yang dikenakan Jokowi saat itu kemudian menjadi viral dan banyak dicari warga.

Kemudian saat kunjungan kerja ke Tasikmalaya pada Juni 2017. Ia mengenakan kemeja lengan putih dengan celana jin dan sepatu sneaker. Dan, sehari sebelum berakhirnya tahun 2017, Jokowi mengajak cucunya Jan Ethes Sri Narendra jalan-jalan ke Malioboro pada malam hari dengan menggunakan busana kaos, celana panjang, dan sepatu sneaker. Lalu, siang harinya ia mengajak Jan menyapa warga di balik pagar Istana Kepresidenan dengan busana kaos, celana panjang, dan sendal jepit.


Dalam tampilan busana nonformal terakhir kemarin, pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sudjito menilai Jokowi ingin menciptakan kesan bahwa kereta bandara bisa menjangkau semua kalangan masyarakat.

“Dia ingin buat pesan supaya kereta ini tidak terkesan fasilitasi elite saja, maka secara simbolik dia ingin bangun komunikasi ke publik bahwa transportasi itu harus bisa dijangkau semua kelas sosial,” ujar Arie kepada CNNIndonesia.com kemarin.

Selain itu, lanjut Arie, Jokowi pun ingin menunjukkan bahwa kereta api bandara ini dapat menjadi penopang kebutuhan masyarakat.

“Transportasi ini harus mampu dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas,” sambungnya.

Penampilan Jokowi mengenakan kaus dan celana jin diyakini akan menimbulkan efek psikologis yang berbeda jika mantan gubernur DKI itu memilih menggunakan jas ataupun pakaian formal lainnya.

“Masa naik kereta pakai jas? Yang penting kan presiden hadir meresmikan, itu suasana psikologisnya akan berbeda,” ujar Arie memaknai kembali pernyataan Jokowi saat ditanya wartawan alasannya memakai kaus.

Ke depan, Arie pun memprediksi Jokowi akan tetap membuat kejutan dengan tampil kasual dalam beberapa acara. Namun, menurutnya, bagaimana pun Jokowi akan tetap menyesuaikan pakaiannya dengan acara yang dihadiri.

“Kalau memang forumnya bisa dibuat santai ya kenapa enggak. Memang karakter itu yang ingin dibangun Presiden Jokowi,” ucapnya.

[Gambas:Video CNN] (kid/djm)