Tolak Pinangan Prabowo, Yenny Akui Keluarga Tak Merestui

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 03/01/2018 23:44 WIB
Tolak Pinangan Prabowo, Yenny Akui Keluarga Tak Merestui Direktur The Wahid Institute Zanubah Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid. Ia menolak pinangan Gerindra untuk dicalonkan di Pilkada Jatim 2018 karena faktor keluarga. (Foto: Detikcom/Hasan Alhabshy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Zanubah Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid, mengaku keluarga dan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) tidak memberi restu kepadanya untuk maju pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Meskipun diakuinya, secara personal, dia 'bersedia' menerima pinangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk diusung sebagai calon Gubernur di Pilgub tersebut.

"Saya tidak diizinkan," ujar Yenny, di kediaman Prabowo, di Jl. Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/1).
Yenny mengaku bahwa dirinya berutang budi dengan Prabowo, karena menurutnya Prabowo telah mengajarkan banyak hal kepadanya dalam bidang politik, demokrasi, serta membuatnya bisa berjumpa suaminya saat ini.


"Saya beruntung sekali malam ini banyak belajar dari seorang negarawan. Momen yang sangat langka. Saya sama beliau berutang budi. Karena ada beliau saya bertemu suami saya," kata dia, menyinggung soal suaminya, Dhorir Farisi, yang merupakan kader Partai Gerindra.

Direktur The Wahid Institute itu, mengatakan, alasan dirinya menolak pinangan sebagai Cagub Jatim adalah terkait dengan tugas sejarah dalam menjaga kesatuan NU.
"Kami harus mampu berdiri menjaga jarak dengan semua kontestan yang akan maju di Pilkada Jatim. Untuk melakukan itu, tentu kami tidak boleh ikut masuk ke dalam kontes yang sedang berlangsung," dalihnya. (arh/ugo)