Ridwan Kamil Ikut Bantah Isu Mahar Prabowo dan Gerindra

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 11/01/2018 23:41 WIB
Ridwan Kamil Ikut Bantah Isu Mahar Prabowo dan Gerindra Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (tengah) ikut membantah isu permintaan mahar untuk syarat rekomendasi Gerindra. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ikut angkat bicara terkait isu permintaan mahar sebagai syarat rekomendasi maju pilkada. Isu ini berasal dari tudingan La Nyalla Mattalitti kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Akun Twitter resmi Partai Gerindra lebih dulu melontarkan bantahan atas tudingan tersebut dan me-mention akun pribadi Ridwan Kamil.




"Saya bersaksi, waktu Pilwalkot Bandung, Pak Prabowo dan Gerindra tidak meminta mahar sepeser pun untuk tiket pilkada. Hatur Nuhun," kicau Ridwan lewat akunnya, diakses CNNIndonesia.com Kamis (11/1) malam.

Saat Pilwalkot Bandung 2013 lalu, Ridwan Kamil yang berpasangan dengan Oded Muhammad Danial diusung dua partai, yaitu Gerindra dan PKS.

Ridwan alias Emil juga mengatakan dirinya berpisah dengan Gerindra di Pilgub Jawa Barat karena tidak mampu memenuhi syarat menjadi kader partai.
Dalam konferensi pers, La Nyalla mengungkap alasan di balik kegagalannya maju sebagai calon gubernur di Jawa Timur. Pada awalnya, La Nyalla diberi surat tugas oleh Prabowo, tertanggal 9 Desember 2017, untuk mencari mitra koalisi.

Kemudian, La Nyalla juga diminta Prabowo menyiapkan uang saksi untuk seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di Jawa Timur sebesar Rp40 miliar. Dana itu harus diserahkan sebelum 20 Desember 2017.

Jika tidak memenuhi sejumlah uang tersebut, La Nyalla mengaku tidak bakal mendapat rekomendasi dari Gerindra. Dia merasa sanggup, tapi ingin agar uang saksi itu diberikan setelah pencalonannya terdaftar di KPU.

Namun, karena diminta pada 20 Desember, La Nyalla merasa keberatan dengan permintaan Prabowo dan mengembalikan surat tugas yang telah diberikan.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah tudingan La Nyalla. Fadli memperkirakan uang yang dimaksud untuk kesiapan La Nyalla membiayai logistik dan saksi untuk pilkada.

Dia mengatakan Prabowo tidak pernah meminta uang untuk kepentingan pribadi maupun partai kepada calon di pilkada.

(aal)