Fadli Zon Bantah Tudingan La Nyalla soal Prabowo Minta Rp40 M

Abi Sarwanto , CNN Indonesia | Kamis, 11/01/2018 20:38 WIB
Fadli Zon Bantah Tudingan La Nyalla soal Prabowo Minta Rp40 M Fadli Zon membantah ada permintaan uang oleh Prabowo pada La Nyalla Mattalitti untuk dicalonkan di Pilgub Jatim. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah tudingan La Nyalla Mattalitti terkait permintaan uang oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebesar Rp40 miliar sebagai syarat mendapatkan rekomendasi untuk diusung di Pilgub Jawa Timur 2018. 

"Saya kira kalau dari Pak Prabowo tidak ada ya‎ itu, saya tidak pernah dengar‎ dan juga menemukan bukti semacam itu ya," ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, (11/1).

Fadli memperkirakan uang yang dimaksud untuk kesiapan La Nyalla membiayai logistik dan saksi untuk pilkada. Dia mengatakan Prabowo tidak pernah meminta uang untuk kepentingan pribadi maupun partai kepada calon di pilkada.

Sebab, menurut Fadli, untuk mengarungi Pilkada Jawa Timur, logistik yang dibutuhkan untuk transportasi serta saksi tidak sedikit. Karena, luas wilayah dan jumlah kabupaten/kota serta penduduknya yang cukup besar. 
"Jadi saya kira wajar, bukan untuk kepentingan pribadi atau partai, tapi kepentingan yang bersangkutan," katanya.

Fadli menegaskan bahwa tidak ada permintaan terkait uang tersebut. Dia berkilah, jika ada uang yang harus disiapkan, maka itu untuk kepentingan sendiri dan bukan ditujukan ke Prabowo maupun Gerindra.

"Untuk apa Pak Prabowo. Untuk persiapan yang bersangkutan kan harus dilihat di situ. Kalau tidak ada dana kan kadang-kadang repot juga," ujarnya.

Wakil Ketua DPR ini menilai, persoalan ini hanya miskomunikasi dan kesalahpahaman dari La Nyalla yang menganggap uang tersebut adalah syarat rekomendasi.
"Saya kira itu miskomunikasi, harusnya itu bisa diperdebatkan apa yang dimaksud, itu hanya miskomunikasi," ujar Fadli.

Diberitakan sejumlah media, La Nyalla mengungkap alasan dibalik kegagalannya maju sebagai calon gubernur di Jawa Timur. Pada awalnya, La Nyalla diberi surat tugas oleh Prabowo tertanggal 9 Desember 2017 untuk mencari mitra koalisi.

Kemudian La Nyalla juga diminta Prabowo untuk menyiapkan uang saksi untuk seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di Jawa Timur sebesar Rp40 miliar yang harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember 2017.

Jika tidak memenuhi sejumlah uang tersebut, La Nyalla mengaku tidak bakal mendapat rekomendasi dari Gerindra. Merasa sanggup memenuhi itu, namun La Nyalla ingin agar uang saksi itu diberikan setelah pencalonannya terdaftar di KPU.

Namun karena diminta pada 20 Desember, La Nyalla merasa keberatan dengan permintaan Prabowo itu dan kemudian mengembalikan surat tugas yang telah diberikan. (sur)