Alumni Sesalkan Koalisi 'Partai 212' dengan PDIP di Pilkada

dhf, CNN Indonesia | Jumat, 12/01/2018 20:46 WIB
Alumni Sesalkan Koalisi 'Partai 212' dengan PDIP di Pilkada PDI Perjuangan saat menggelar acara ulang tahunnya ke-45. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Presidium Alumni 212 kecewa dengan koalisi yang dibangun 'Partai 212' dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pilkada serentak 2018. 'Partai 212', menurut Slamet, merujuk pada Gerindra, dan PKS.

Gerindra dan PKS berkoalisi dengan PDIP di Jawa Timur. Mereka mengusung pasangan calon Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul dengan Puti Guntur Sukarnoputri.

"Pastilah semua umat Islam alumni 212 menyayangkan," ujarnya saat ditemui pada Aksi 121 di Jakarta, Jumat (12/1).



Padahal, kata dia, Alumni 212 menginginkan 'Partai 212' solid dan berkoalisi di daerah dan level nasional. Bahkan, Alumni 212 menargetkan 'Partai 212' memenangkan mayoritas Pilkada di Jawa dan Sumatera.

Kendati demikian, Slamet mengatakan, alumni tak akan mempermasalahkan perubahan kebijakan partai lebih lanjut. Alumni 212, katanya, akan selalu mendukung ketiga partai selama tidak berkoalisi dengan PDIP.

"Tapi konsekuensi sebaliknya, ketika di satu wilayah koalisi ini jadi pecah dan bercampur dengan partai-partai penista agama, ya kami tidak akan dukung," tuturnya.

Slamet juga mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah mengajukan nama calon kepala daerah ke Gerindra. Ia juga mengatakan tidak pernah ada barter politik antara Alumni 212 dan 'Partai 212'.

"Kalau dari Presidium sendiri belum pernah merekomendasikan satu nama pun di pilkada mana pun," ucapnya.

Sementara itu PKS dan Gerindra belum berkomentar tentang kekecewaan alumni 212. CNN Indonesia.com telah menghubungi Sekjen PKS Mustafa Kamal namun panggilan telepon CNN Indonesia.com belum dijawab. Begitu juga dengan Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono juga belum memberikan komentar.

(ugo/asa)