Pengelola Gedung: Tower 2 BEI Dibangun 1997

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 15/01/2018 19:27 WIB
Pengelola Gedung: Tower 2 BEI Dibangun 1997 Direktur Cushman and Wakefield Indonesia, Farida Riyadi mengaku izin terakhir Mei 2017 bersamaan dengan pengecekan struktur oleh konsultan konstruksi. (ANTARA FOTO/Elo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah berumur 21 tahun. Hal itu disampaikan Direktur Cushman and Wakefield Indonesia, Farida Riyadi selaku pengelola Gedung BEI.

“Tower 2 lebih muda dari Tower 1, sekitar 1997 atau 1998. Sejak awal tidak ada perubahan,” ujar Farida di depan lobi utama Gedung BEI, Senin (15/1).

Ia menuturkan, meski sudah berumur 21 tahun, pengecekan selalu dilakukan rutin terutama pengeluaran izin pasti dilakukan setiap tahun.


Izin terakhir dikeluarkan Mei 2017. Permintaan izin, kata Farida, dilakukan bersamaan dengan pengecekan struktur oleh konsultan konstruksi.

“Kalau struktur saya tidak kompeten (berkomentar) karena ada ahli struktur. Dari awal gedung ini dibangun konsultan struktur terpercaya,” tuturnya.

Sehingga, ia menyatakan, belum dapat menerka kemungkinan penyebab robohnya selasar yang kerap dilewati pengunjung dan pekerja di sana.

Ia pun bungkam ketika berulang kali disinggung mengenai kelebihan beban menjadi penyebab runtuhnya selasar.

Menurutnya, hal itu bisa diketahui usai penyelidikan lebih lanjut dari Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri serta konsultan struktur gedung.

“Belum bisa ngomong karena masih diselidiki kenapa tiba-tiba jatuh,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Surat Izin Laik Fungsi (SLF) Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal habis masa berlakunya hingga sepuluh hari mendatang.

Surat Izin Layak Fungsi Gedung BEI disebutkan Anies dikeluarkan terakhir kali pada Mei 2017.

“Surat izinnya menurut investigasi kami memang habis sepuluh hari lagi, tepatnya tanggal 25 Januari mendatang,” kata Anies di kawasan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/1).

Secara umum, SLF merupakan sertifikat yang diterbitkan Pemda DKI Jakarta terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun dan telah memenuhi persyaratan untuk difungsikan.

Data sementara pihak kepolisian menyebutkan, jumlah total korban insiden robohnya selasar menara Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah sebanyak 77 orang.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, 77 orang korban tersebut dirawat di lima rumah sakit berbeda, yakni Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi atau RS. Siloam Semanggi, RS. Pusat Pertamina (RSPP), RS. Umum Daerah Tarakan, RS. Jakarta.

"RSAL Mintohardjo ada 17 orang, RS Siloam Semanggi 32 orang , RS Pusat Pertamina ada tujuh orang, RSUD Tarakan ada satu orang, dan RS Jakarta 20 orang," ucap Setyo dalam keterangan tertulis, Senin (15/1).

[Gambas:Video CNN] (djm)