Dua Jam Berkobar, Api di Museum Bahari Berhasil Dipadamkan

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 12:37 WIB
Dua Jam Berkobar, Api di Museum Bahari Berhasil Dipadamkan Butuh waktu sekitar dua jam dihabiskan pemadam kebakaran untuk menjinakkan api yang melahap salah satu bangunan di komplek Museum Bahari, Jakarta Utara. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Museum Bahari yang menyimpan artefak sejarah kemaritiman Indonesia di Jakarta Utara terbakar, Selasa (15/1) tadi.

Kebakaran itu dilaporkan ke Kantor Pemadam Kebakaran Jakarta Utara pukul 08.55 WIB. Segera unit mobil kebakaran pun dikirim ke museum yang terletak di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara tersebut.


Sekitar lima menit kemudian, unit-unit pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan operasi pemadaman. Ada 20 unit gabungan pemadam kebakaran Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang dikerahkan untuk menjinakkan api di museum tersebut.


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun ikut ke lokasi saat mendengar api melahap bangunan museum tersebut. Dia pun menceritakan kronologi sehingga kebakaran yang kini telah diatasi itu terjadi.

"Jadi, tadi pada pukul 08.50 WIB ditemukan api oleh petugas di Museum Bahari. Ada Asap, kemudian mereka memadamkan dengan alat yang dimiliki," ujar Anies di Museum Bahari setelah api berhasil dijinakkan para petugas pemadam kebakaran, Selasa (16/1).

"Dan, alhamdulillah sekarang jam 11.00 (WIB) secara umum api sudah bisa dikendalikan. Kondisinya stabil, tinggal pemadaman secara tuntas."

Kronologi Kebakaran di Museum BahariGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua dari kiri) meninjau kebakaran di Museum Bahari, Jakarta Utara, 16 Januari 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika) (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Anies mengatakan para pemadam sempat kesulitan memadamkan api karena ada lapisan alumunium yang membuat air sulit menembus ke dalam gedung. Menurutnya, dari tiga gedung yang berada di kompleks museum itu, hanya gedung C yang terbakar.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Subejo mengatakan, Gedung C yang mengalami kerusakan paling berat akibat kebakaran itu ada di lantai dua. Dia pun menginstruksikan para petugas damkar untuk menuntaskan pemadaman sehingga tak ada bara api yang bisa menimbulkan kebakaran lagi.

"Penyebabnya (kebakaran) saya masih belum bisa jawab," ujar Subejo.


Di lokasi yang sama, Kepala UPT Museum Bahari Husnizon Nizar menerangkan pihaknya mengetahui api sudah muncul di sayap utara Gedung C. Namun, saat itu tidak diketahui di titik mana api muncul pertama kali.

"Petugas sudah berhadapan dengan asap, kami dan petugas cleaning service yang bertugas sudah berusaha memadamkan api. Tapi, karena asap semakin tebal kami tidak sanggup memadamkannya," ujar pria yang akrab dengan sapaan Sonni tersebut.

Lebih lanjut, Sonni menerangkan di museum itu dalam beberapa waktu terakhir kerap mengalami kerusakan lampu akibat arus pendek. Atas dasar itu, sambungnya, pihak Museum Bahari pada tahun ini sudah memasukkan anggaran untuk perbaikan penggantian instalasi listrik. (kid)