Museum Bahari Terakhir Direnovasi November 2017

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 13:44 WIB
Museum Bahari yang terbakar, pernah direnovasi pada November 2017. Namun, Pemprov mengakui bila listrik di museum kerap mengalami korsleting. Kebakaran di Museum Bahari, Jakarta, Selasa (16/1). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Museum Bahari yang terbakar, Selasa (16/1) sekitar pukul 08.55 WIB pagi tadi baru selesai direnovasi pada November 2017. Namun, pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui di museum Bahari kerap terjadi korsleting listrik.

Demikian dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai meninjau lokasi kebakaran, Selasa (16/1).

Anies mengimbau, agar museum segera disterilisasi dari pihak tak berkepentingan, termasuk warga yang mendekat untuk melihat kondisi museum pascakebakaran.


"Yang penting pada saat ini adalah mengisolasi tempat ini dari orang-orang yang tidak berkepentingan, tempat ini tidak boleh dimasuki oleh siapa pun," kata Anies.

Sterilisasi itu penting karena petugas harus mengamankan seluruh koleksi yang ada. Sehingga, hanya pihak yang berkepentingan yang bisa masuk.

Anies menambahkan, koleksi Museum Bahari memiliki nilai sejarah tinggi. Artinya, tidak bisa semata-mata dihitung nilai kerugiaannya secara materi.

"Kalau barang-barang seperti ini priceless, enggak bisa dinilai dengan Rupiah. Gedungnya bisa dihitung harga gentengnya, harga eternitnya, tetapi barangnya itu priceless tak bisa dinilai dari Rupiah," kata Anies.

Lebih lanjut, Anies mengatakan, koleksi harus segera diamankan begitu pemadam nanti selesai total.

"Semua yang terkena air dibersihkan dan dipastikan bahwa dengan yang ada bisa beroperasi lagi," kata Anies.

Adapun barang-barang yang nanti terbakar, pengelola museum memiliki catatan dokumentasinya. Anies berharap Pemprov DKI bisa membuatkan replikanya, sehingga Museum Bahari bisa kembali memamerkan koleksi kelautannya.

Anies dan pengelola museum belum bisa memastikan penutupan Museum Bahari pascakebakaran ini.

"Sesudah itu kita pembenahan kita lakukan. Sesudah itu kita tentukan berapa lama waktu (penutupan)-nya," kata Anies.

Sementara, Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Museum Bahari Husnizon Nizar alias Sonni menyebut, pemeriksaan kabel listrik di museum kemaritiman itu dilakukan secara berkala.

"Kita memang mengalami beberapa kali, terutama lampu yang korslet. Makanya pada tahun 2018 kita anggarkan untuk perbaikan penggantian instalasi listrik untuk Museum Bahari," kata Sonni.

(ugo/djm)