Wakapolri Sebut Polisi Penembak Kader Gerindra Cuma Bela Diri

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Rabu, 24/01/2018 14:17 WIB
Pimpinan Polri menganggap penembakan terhadap kader Gerindra oleh anggota Brimob merupakan tindakan bela diri karena dikeroyok sejumlah orang. Wakapolri Komjen Syafrudin menilai penembakan oleh anggota Brimob terhadap kader Gerindra adalah upaya bela diri. (Foto: CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Syafruddin mengatakan, penembakan terhadap kader Partai Gerindra Fernando Alan Joshua Wowor oleh oknum anggota Brigade Mobil (Brimob) Briptu Achmad Ridho merupakan upaya membela diri.

Menurutnya, Ridho tengah dalam kondisi dikeroyok dalam insiden yang terjadi di depan salah satu tempat hiburan malam di Bogor, pada Sabtu (20/1) dini hari.

"Dia dikeroyok kan, (artinya) ya membela diri," cetus Syafruddin, saat ditemui wartawan di sela-sela Rapat Pimpinan Polri 2018 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu (24/1).


Namun begitu, ia belum dapat memastikan apakah tindakan yang dilakukan oleh Achmad tersebut masuk dalam unsur pidana atau tidak. Syafruddin mengaku, pihaknya masih melakukan investigasi berupa penyelidikan seputar insiden tersebut hingga saat ini.

"Dilihat penyelidikannya, tidak bisa disimpulkan dulu, statusnya dalam investigasi," ujar dia.

Terpisah, Komandan Korps (Dankor) Brimob Polri Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi enggan berkomentar seputar insiden penembakan yang dilakukan anak buahnya terhadap kader Gerindra.

Pihaknya masih melakukan proses penyelidikan dan mempersilakan wartawan untul menanyakan seputar insiden tersebut ke Divisi Humas Polri.

"Saya belum boleh komentar apa-apa, tanya Humas," kilahnya.

Sementara itu, saat ditanya apakah senjata api bersifat melekat pada setiap anggota Brimob, Rudy, yang juga mantan Kapolda Sulawesi Tengah, hanya mengatakan hal tersebut tergantung dengan tugas dan fungsi anggota.

"Tergantung tugas dan fungsinya anggota, ya jadi saya belum bisa ngomong," ujarnya.

Polri sendiri belum bisa membeberkan kronologi penembakan kader Fernando Briptu Achmad Ridho.

Berdasarkan informasi pihak Partai Gerindra, insiden bermula dari cekcok yang melibatkan anggota Brimob Briptu Achmad Ridho dengan Fernando pada Sabtu (20/1) dini hari. Saat itu, mobil yang ditumpangi Fernando dan kawan-kawannya diadang Ridho yang mengendarai motor besar BMW.

Kontak fisik sempat terjadi hingga akhirnya oknum Brimob itu menodongkan pistol. Rekan korban dan warga sekitar sempat terlibat keributan. Namun akhirnya tembakan meletus di tubuh Fernando.

Akibat kejadian itu, anggota Brimob mengalami kritis dan dirawat di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Sementara korban sipil yang merupakan kader Gerindra meninggal kareka luka tembak. (arh)