Polda Jabar Kirim Tim Selidiki Penembakan atas Kader Gerindra

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 22/01/2018 16:10 WIB
Kapolda Jabar perintahkan Wadirkrimum dan Propam kirim tim ke Bogor untuk menyelidiki penembakan diduga oknum Brimob dan menewaskan kader Gerindra. Kapolda Jabar perintahkan Wadirkrimum dan Propam kirim tim ke Bogor untuk menyelidiki penembakan oleh diduga oknum Brimob dan menewaskan seorang kader Gerindra. (Ilustrasi/ThinkStock/Artfully79)
Bandung, CNN Indonesia -- Polda Jawa Barat mengirim tim untuk penyelidikan terkait kasus penembakan atas kader Gerindra Fernando Alan Joshua Wowor oleh oknum Brimob, Briptu R di Bogor.

“Kita prihatin atas kasus itu dan saya turut berduka cita. Saya sudah perintahkan untuk ditangani langsung Wadirkrimum dan Propam untuk melakukan penyelidikan seobjektif mungkin,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Maryoto di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (22/1).

“Langkah pemeriksaan baik saksi-saksi yang ada di TKP, baik yang mendengar dan melihat, itu sedang kita lakukan,” sambungnya.


Agung menuturkan, sejauh ini pihaknya belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap prajurit Brimob karena masih dirawat di ruang gawat darurat (Intensive Care Unit/ICU).

“Setelah [keluar dari ICU] itu baru dilakukan pemeriksaan,” jelas Agung.

Briptu R yang diduga menembak Fernando mengalami luka berat akibat dihukum massa sekitar lokasi penembakan pada akhir pekan lalu.

Terkait pemeriksaan saksi, kata Agung, semula kejadian berawal dari keributan anggota mau keluar lokasi dengan sekelompok pemuda yang mau masuk.

“Terjadi cekcok. Itu baru awal ya,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus bermula dari cekcok yang melibatkan anggota polisi dengan kader Gerindra pada Sabtu (20/1) dini hari di lapangan parkir dekat salah satu tempat hiburan malam di Bogor.

Saat itu, mobil yang ditumpangi kader Gerindra diadang pengendara motor besar bermerek BMW yang diduga adalah anggota Brimob.

Dari semula adu mulut, kontak fisik sempat terjadi setelah oknum polisi itu menodongkan pistol. Rekan korban dan warga sekitar sempat terlibat keributan untuk mengamankan oknum. Namun akhirnya sang oknum melepaskan tembakan yang menyasar Fernando.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Advokasi Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, berdasarkan kesaksian rekan Fernando, sang oknum dipukuli massa setelah senjata berhasil dilepaskan.

Akibat kejadian itu, oknum Brimob kritis dan kini masih dirawat di RS Polri, Kramatjati, Jakarta. Sementara korban sipil yang merupakan kader Gerindra meninggal kareka luka tembak. (hyg/kid)