FOTO: Menyelamatkan Anak-anak Asmat

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 25/01/2018 18:56 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan anak-anak di Kabupaten Asmat, Papua harus dirawat karena menderita campak dan gizi buruk. Bantuan terus didatangkan untuk menyelematkan anak-anak Asmat.

Sebanyak 86 anak-anak di Kabupaten Asmat dirawat campak dan gizi buruk,  67 lainnya meninggal dunia. Status kejadian luar biasa sudah ditetapkan dalam peristiwa ini. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/18)
Bantuan terus didatangkan, baik bantuan obat-obatan, asupan makanan bergizi, serta tenaga medis. Warga juga diimbau memeriksakan kesehatan anaknya pada petugas yang datang. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/18)
Bantuan bukan hanya datang dari Pemerintah Provinsi Papua, namun juga dari pemerintah pusat. Personel TNI dan Polri juga diturunkan untuk membantu penanganan wabah campak dan gizi buruk ini. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/18)
Foto kolase profil anak-anak asal Distrik Jetsy, Kabupaten Asmat, Papua, Rabu (24/1). Kondisi fisik anak-anak tersebut kurus dan perut buncit karena mengidap penyakit malaria, campak dan gizi buruk. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/18)
Keuskupan setempat juga membantu warga. Tampak Warga mengantre pembagian bantuan kemanusian di Distrik Jetsy, Kabupaten Asmat, yang dikoordinir oleh tim Keuskupan Agats. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/18)
Sempat ada tawaran relokasi warga sebagai solusi dari Presiden Joko Widodo. Namun tawaran ini dinilai bukan solusi karena akan menyulitkan warga jika harus pindah ke lingkungan baru. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/18)
Personel TNI dan Polri diturunkan ke pedalaman Asmat untuk membantu memeriksa kesehatan warga. Bantuan obat-obatan, vaksin, serta makanan juga dibawa. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/AMA/18)
Di sejumlah wilayah Asmat memang dikenal sulit untuk dijangkau karena minimnya akses jalan di sana. Ada beberapa wilayah yang hanya bisa didatangi melalui jalur sungai. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/18)
Selain itu, buruknya fasilitas kesehatan di wilayah ini dituding jadi salah satu penyebab mewabahnya campak dan gizi buruk. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/18)
Jarak antarpuskesmas sangat jauh. Selain itu, di setiap puskesmas, belum tentu ada dokter yang bertugas sehingga penanganan kesehatan dinilai lamban.(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/18)
Saat ini tercatat sudah 1.465 anak di Kabupaten Asmat telah diberi vaksin campak di 13 kampung. Selain vaksin vitaimin A dan makanan tambahan juga diberikan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/18)
Ditargetkan, pemberikan vaksin campak di Kabupaten Asmat bisa selesai tahun ini. Pemerintah bertekad menangani kasus di Asmat ini secara terpadu. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/18)