Ade Armando: Saya Enggak Akan ke Arab Saudi Seperti Rizieq

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Kamis, 25/01/2018 16:42 WIB
Ade Armando: Saya Enggak Akan ke Arab Saudi Seperti Rizieq Akademisi Universitas Indonesia Ade Armando, terpaksa berurusan dengan hukum setelah status Facebook yang dipostingnya Desember 2017. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akademisi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menyatakan akan memenuhi panggilan polisi terkait laporan kasus penistaan agama dan pendistribusian informasi bohong.

Ia bahkan sempat menyindir tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang tidak memenuhi panggilan polisi dan memilih tinggal di Arab Saudi. Padahal, Rizieq telah berstatus sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi yang masih disusut polisi.

"Kalau dipanggil polisi saya datang. Enggak akan ke Arab Saudi seperti Habib Rizieq," kata Ade kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/1).
Akhir Desember 2017, Ade Armando dilaporkan oleh FPI dan LBH Bang Japar ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan penistaan agama dan pendistribusian informasi bohong. Ade Armando juga dinilai telah melecehkan hadis, dan melecehkan Imam Besar FPI Habib Rizieq lewat unggahannya di media sosial Facebook.


Ade Armando mengunggah meme bergambar Rizieq Shihab yang telah diedit dengan menggunakan topi Santa Claus dengan tulisan 'Hadirilah Parade Natal 2512'.

Selain menyikapi laporan tentang tuduhan pelecehan terhadap Rizieq, Ade juga mempertanyakan keberadaan Rizieq Shihab.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi pada Mei 2017, Rizieq belum menunjukkan itikad baik untuk pulang ke Indonesia. Polisi sempat mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) bagi Rizieq yang disebar di masyarakat. Terakhir kali beredar foto Rizieq beserta keluarganya tengah berlibur ke Turki.

Ade menduga ada kekuatan tertentu yang menanggung seluruh biaya Rizieq. Ia curiga lantaran sudah hampir satu tahun Rizieq menetap di Arab Saudi.

"Saya duga dia ditanggung oleh kekuatan tertentu di Arab Saudi. Anda lihat foto-foto dia, itu bukan tempat kumuh. Siapa yang biayai, tidak mungkin Indonesia," ujar Ade.
Namun, kuasa Hukum Rizieq, Sugito Atmoprawiro sebelumnya pernah mengatakan, biaya hidup Rizieq di Arab Saudi ditanggung oleh rekan-rekan Rizieq, terutama alumni King Fahd University.

Menurut Ade, polisi akan kesulitan memproses kasus Rizieq karena posisinya masih di Arab Saudi.

"Ya susah kalau polisi harus intervensi wilayah hukum negara lain, pasti harus berurusan dengan pihak otoritas Arab Saudi," katanya.

[Gambas:Video CNN] (ugo/ugo)